Anggota DPRD) Provinsi Maluku, Anos Yeremias
Ambon, Jendelakita.com – Tindakan sejumlah oknum Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang menyewakan tempat tidur kepada penumpang kapal perintis, mendapat kecaman dari anggota dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Anos Yeremias.
Melalui akun Facebooknya Bung Anis Yeremias, Minggu (4/5/2025), Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku itu mengimbau masyarakat pengguna jasa transportasi laut, khususnya penumpang kapal perintis Sabuk Nusantara, agar mewaspadai praktik pungutan liar (pungli) yang masih marak terjadi di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.
Dalam unggahannya, Anos Yeremias menggunakan, fasilitas tempat tidur di kapal perintis merupakan layanan gratis dari pemerintah.
“Semua penumpang berhak mendapatkan tempat tidur secara gratis. Jangan sampai terjebak ulah oknum yang menyalahgunakan fasilitas publik untuk kepentingan pribadi,” katanya.
Menurut dia, ada lima poin penting yang harus diperhatikan penumpang, sebelum naik kapal perintis.
Pertama, waspadai Oknum. Penumpang diminta tidak percaya kepada pihak yang menawarkan sewa tempat tidur di kapal.
Kedua, laporkan dengan bukti. Jika menemukan praktik pungli, masyarakat diimbau mendokumentasikan pelaku, khususnya mencatat nomor punggung atau identitas lainnya.
Ketiga, pihak kapal tidak bertanggung jawab. Operator kapal maupun otoritas pelabuhan tidak bertanggung jawab atas pungli tersebut.
Empat, amankan barang bawaan. Penumpang diingatkan untuk menjaga barang pribadi sejak di pelabuhan hingga tiba di tujuan.
Lima, kehilangan bukan tanggung jawab kapal. Penumpang diminta bertanggung jawab atas keamanan barang miliknya.
Anos Yeremias yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya itu menegaskan pentingnya pengawasan bersama terhadap pelanggaran pungli itu.
Dia juga meminta aparat dan otoritas pelabuhan bertindak tegas terhadap pelaku pungli.
“Tidak boleh ada ruang bagi siapapun yang mencari untung dari rakyat kecil. Kita semua punya tanggung jawab menjaga agar transportasi laut tetap adil dan aman,” tandasnya (DR/RLA)






