Antrian minyak tanah di salah satu kawasan dalam pusat Kota Ambon, Rabu (11/12/2024)


Ambon, Jendelakita.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), minyak tanah (Mitan) kembali langka di Kota Ambon. Stok mitan tidak tersedia hampir di semua pengecer.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak dengan menjual mitan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, ada yang menjual dengan harga Rp35.000 per jerigen ukuran lima liter.

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku mengancam akan melaporkan pihak PT. Pertamina (Persero) Cabang Ambon ke pusat.

“Kalau sampai terjadi kelangkaan terus menerus, kita akan melakukan protes kepada Direktur Pertamina di Jakarta,” kata Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rofik Akbar Afifuddin di baileo rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (11/12/2024).

Menurut dia, pihak Pertamina harus segera melakukan operasi pasar, mengingat mitan merupakan kebutuhan dasar rumah tangga sebagian besar masyarakat Maluku.

Saat ini, sebagian besar masyarakat Maluku masih menggunakan kompor minyak. Bukan cuma bagi mereka yang tinggal di pulau-pulau yang jauh. Masyarakat kota Ambon pun masih betah dengan kompor zaman dulu (jadul) itu.

Kelangkaan mitan seperti yang terjadi saat ini membuat mereka berani membeli, sekalipun dengan harga tinggi. Kendati untuk mendapatkannya mereka harus mencari dan mengantri.

Rofik Afifuddin mengatakan, Pertamina harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap distribusi mitan di agen-agen.

Hal itu dimaksudkan agar penyaluran mitan tepat sasaran kepada masyarakat selaku konsumen utama. Bukan sebaliknya, mitan justru disalurkan kepada perusahaan-perusahaan untuk produksi.

“Untuk itu, kami minta Pertamina segera melakukan evaluasi dan operasi pasar terhadap keberadaan minyak tanah di Maluku, khususnya di Pulau Ambon yang terjadi kelangkaan,” ucapnya tegas.

Dia menegaskan, aspirasi DPRD harus segera ditindaklanjuti oleh PT. Pertamina Cabang Ambon.

“Sehingga harapan masyarakat untuk memasuki Nataru dengan ketersediaan minyak tanah dapat terpenuhi dengan baik,” tandasnya.

Hingga saat ini, PT. Pertamina Cabang Ambon belum menyikapi kelangkaan yang terjadi. Padahal setiap tahunnya dalam Desember kelangkaan selalu terjadi.

Kondisi ini mestinya harus bisa diantisipasi oleh Pertamina, lantaran telah berulang kali terjadi pada waktu yang sama. (RR)

By admin