Pengamat Politik asal Unpatti Ambon, Said Lestaluhu
Ambon, Jendelakita.com – Sejumlah pihak tampak tidak terima dengan hasil survey Indo Barometer yang merilis tingkat elektabilitas pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena – Ely Toisuta (BETA) tertinggi, dibandingkan tiga paslon lain.
Bahkan, survei tersebut dinilai janggal, lantaran menempatkan elektabilitas paslon BETA sebesar 55.0 persen.
Hal ini oleh sebagian pihak disebut sebagai penggiringan opini jelang pemilihan 27 November 2024.
Padahal, seperti diketahui khalayak luas, Indo Barometer merupakan lembaga survei dan riset independen dengan skala nasional, yang memotret perilaku sosial-politik masyarakat Indonesia secara berkala dan kerap menjadi rujukan media massa nasional, baik cetak maupun elektronik.
Menanggapi tudingan ini, Pengamat Politik asal Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Said Lestaluhu mengimbau agar semua orang harus saling menghormati terhadap hasil survei yang berbasis pada pendekatan scientific.
“Kalaupun ada yang tidak puas dengan hasil survei Indo Barometer tersebut, mestinya harus ada survei pembanding lainnya sebagai dasar argumentasi,” kata Lestaluhu kepada media ini, Rabu (20/11/2024).
Menurut dia, semua survei yang dipublikasikan pasti berkonsekuensi terhadap opini publik.
Akan tetapi, pada akhirnya yang menentukan siapa yang terpilih nantinya adalah pemilih warga Kota Ambon pada 27 November 2024 mendatang.
“Suara rakyat itu suara Tuhan. Siapa pun yang terpilih itu adalah takdir. Demokrasi mengajarkan para aktor politik itu harus siap menang dan siap kalah,” pungkasnya. (RST)






