Plt. Kepala Dinas Kominfosandi Kota Ambon, Ronald H, Lekransy
Ambon, Jendelakita.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfosandi Kota Ambon, Ronald H, Lekransy mengatakan, penertiban Pasar Mardika akan dilakukan pasca lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Pak Wali Kota (Bodewin Wattimena) pada setiap kesempatan dan juga saat memberikan arahan pada apel pagi kemarin di Balai Kota telah mengatakan bahwa penertiban Pasar Mardika akan dilaksanakan pasca Idul fitri, dan hal ini masih terus dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, sambil dilakukan penyiapan langkah-langkah teknis, dan administrasi,” kata Ronald H, Lekransy di Ambon, Rabu (9/4/2025).
Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tidak duduk diam melihat Pasar Mardika.
Kawasan pasar tradisional terbesar di Kota Ambon itu tetap akan ditertibkan. Saat ini Pemkot sedang berupaya agar semua pihak yang berkaitan dengan Pasar Mardika tetap diuntungkan, sehingga tidak terjadi saling ketersinggungan antara satu dengan yang lain.
Selain itu, imbuhnya, upaya-upaya persuasif dan humanis terus dibangun atas dasar kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat.
“Walikota telah menegaskan bahwa kebijakan penertiban itu adalah agenda penting, sebab merupakan salah satu program perioritas pemerintah dan harus dilakukan untuk kenyamanan dan ketertiban kota. Tidak ada tendensi lain yang kita inginkan, selain penataan pasar dan terminal yang rapih dan tidak ada lagi kemacetan di sepanjang jalur Mardika, dan kami yakin masyarakat akan mendukung langkah ini,” ujarnya optimis.
Dia menambahkan, sesuai arahan Wali Kota, sebelum penertiban dilakukan, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus menyiapkan segala hal yang dibutuhkan. Misalnya, Kadis Perindag diarahkan untuk menyurati para pedagang dan menyampaikan imbauan. Selain itu, memberitahukan waktu pelaksanaan penertiban.
Dengan begitu, saat tiba saatnya nanti Wali Kota Ambon sendiri yang akan turun memimpin penertiban di Pasar Mardika.
“Pemberitaan yang memuat pernyataan bahwa Wali Kota dan Wakil walikota Ambon belum melakukan terobosan apa-apa sejak dilantik 20 Maret lalu, merupakan pernyataan yang tidak tepat, karena sejatinya sudah banyak hal yang dilaksanakan pasangan dengan jargon ‘Beta Par Ambon’ ini. Dan saya yakin masyarakat dapat merasakannya, karena Walikota dan Wakil Walikota juga membuka ruang komunikasi terbuka untuk menyelesaikan semua hal yang dialami masyarakat,” tegas Lekransy.
Lekransy juga menyampaikan bahwa upaya membangun konsolidasi pegawai untuk memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun Ambon, termasuk agenda-agenda bersama dengan masyarakat yang mengajak dan memotivasi semua pihak agar sama-sama terlibat mendukung 17 program prioritas pemerintah Kota, telah dilakukan kedua pemimpin .
Hal itu mereka lakukan untuk mendorong semangat membangun Ambon Par Samua, yang menjadi slogan kedua pemimpin itu.
Dikatakan, ada pula langkah tegas Walikota dan Wakil Walikota Ambon terkait efisiensi anggaran OPD lingkup Pemerintah Kota, untuk memastikan perencanaan program dan anggaran akan berorientasi pada kepentingan pelayanan masyarakat.
Dapat dipastikan akan ada banyak efisiensi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon menunjang program-program prioritas. Ada optimalisasi upaya penyelesaian sampah, penambahan armada angkut sampah, penebangan pohon yang mengancam keselamatan masyarakat di sepanjang bahu jalan dan atau pada permukiman penduduk,” terangnya .
Selain itu, penegakan parkiran liar dan pungli, pemasangan tambahan CCTV dan Wifi di ruang publik, optimalisasi fungsi pengelolaan ruang terbuka, serta upaya mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan lainnya.
Lekransy juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang senantiasa terlibat dan mengingatkan pemerintah dalam upaya membangun Ambon yang lebih baik.
Sebelumnya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena – Ely Toisutta didesak oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar, untuk mengambil langkah tegas menata Kawasan Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau.
Pernyataan itu disampaikan Gunawan Mochtar dalam pemberitaan salah satu media lokal di Ambon, 8 April 2025
Dalam pemberitaan tersebut Gunawan mengatakan, kawasan Pasar Mardika sangat tidak teratur, bahkan keberadaan trotoar dan terminal juga dialihfungsikan sebagai lahan berjualan para pedagang yang mencari nafkah.
“Kalau pimpinan takut ambil tindakan karena alasan popularitas lebih baik mundur. Kota ini butuh ketegasan bukan pencitraan,” tegas Gunawan Mochtar dalam pemberitaan tersebut.
(MCAMBON / RLA)






