Akmal Soulisa, Anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil Buru dan Buru Selatan


Ambon, Jendelakita.com – Akmal Soulisa, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Daerah Pemilihan (Dapil) Buru dan Buru Selatan, mendapat teguran dari ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P), Andreas Taborat, lantaran politikus partai berlambang moncong putih itu sangat jarang masuk kantor.

Kepada wartawan di baileo rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (20/10/2025), Andreas Taborat menyampaikan bahwa dirinya telah melayangkan teguran, baik secara lisan maupun tertulis kepada Akmal Soulisa .

“Sebagai ketua fraksi, saya sudah memanggil dan menasihati yang bersangkutan, karena ini menyangkut kinerja Fraksi PDIP,” kata Andreas Taborat.

Dia mengatakan, ketidakhadiran Akmal Soulisa dalam rapat-rapat komisi maupun sidang paripurna menjadi perhatian serius fraksi.

“Dia harus hadir untuk mewakili kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya, Buru dan Buru Selatan. Sebagai pimpinan fraksi, menjadi tanggung jawab saya untuk menegur, agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” terang Taborat.

Menurut dia, kehadiran setiap anggota fraksi, terutama dalam agenda-agenda sidang dan kegiatan pengawasan, selalu dalam pantauannya. Bila ada anggota yang tidak hadir, akan langsung diteleponnya untuk mendapatkan jawaban.

“Setiap kali saya melihat absensi kosong, saya langsung telepon dan tanyakan keberadaannya. Ini berlaku bukan hanya untuk Akmal, tapi juga semua anggota Fraksi PDI Perjuangan yang duduk di berbagai komisi,” jelasnya.

Dikatakan, disiplin dan kehadiran anggota DPRD sangat menentukan kredibilitas fraksi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Taborat berharap, teguran yang telah diberikan bisa menjadi peringatan bagi Akmal untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Politisi muda itu diharapkan dapat memperbaiki sikap dan lebih aktif menjalankan tugasnya di dewan provinsi.

“Kalau tidak, tentu ada risiko berhadapan dengan DPD PDI-P Maluku,” tegas Taborat.

Diketahui, ketidakhadiran Akmal Soulisa di kantor DPRD Maluku menuai sorotan, lantaran sering tidak terlihat dalam agenda dewan, baik berupa rapat komisi maupun paripurna.

Sejak dilantik pada 17 September 2024 lalu, kehadiran Akmal Soulisa di Kantor DPRD Maluku terpantau sangat minim.

Berdasarkan hasil pemantauan wartawan, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu nyaris tak pernah terlihat dalam berbagai agenda penting di parlemen Katang Panjang.

Ironisnya, meski jarang hadir dalam rapat, Akmal justru aktif mengikuti kegiatan-kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di Jakarta dan kerap membagikannya melalui media sosial.

Hal ini memicu pertanyaan dari masyarakat soal komitmennya sebagai wakil rakyat di daerah.(RR)

By admin