Direktur LKPPH PERMAHI, Saputra Belassa


 

Ambon, Jendelakita.com – Direktur Lembaga Kajian Pengawasan dan
Penegakan Hukum (LKPPH) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), Saputra Belassa, mengapresiasi kinerja Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan dan Panglima Kodam XVI Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo atas keberhasilan dalam meredam konflik antar negeri yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah.

“Saya mengapresiasi kinerja Kapolda Maluku dan Pangdam XVI Pattimura atas penanganan konflik yang terjadi di Maluku Tengah. Langkah Kapolda Maluku dan Pangdam XVI Pattimura dalam merespon cepat penanganan konflik ini menunjukkan komitmen penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, serta mencegah terjadinya transmisi penyebaran konflik,” kata Saputra Belassa di Ambon, Minggu (7/4/2025).

Menurut dia, kerjasama yang baik antara kepolisian dan TNI merupakan kunci keberhasilan dalam pencegahan dan menjaga kondusifitas.

Ketua umum (PERMAHI) Kota Ambon, Yunasril La Galeb menambahkan, upaya untuk menyelesaikan konflik di Maluku harus terus dilakukan.

Menurut dia, problem konflik sosial di Maluku bukan baru sekali terjadi. Namun telah berulangkali.

Untuk itu, La Galeb mengharapkan agar pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) perlu memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut.

“Pemerintah harus konsisten melakukan upaya-upaya preventif, dalam hal memberikan edukasi kepada masyarakat dan/atau generasi muda secara menyeluruh,” tandasnya.

Dalam sepekan terakhir, telah terjadi dua kali konflik antar pemuda dari desa bertetangga di Kabupaten Maluku Tengah.

Pada 31 Maret 2025, terjadi konflik antara pemuda dari Negeri Tial dan Tulehu Kecamatan Salahutu, saat perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Konflik yang dipicu oleh ketersinggungan pemuda Tulehu terhadap ucapan warga Tial itu menyebabkan jatuh korban dari masing-masing negeri. Satu pemuda Tulehu meninggal dan dua lainnya luka-luka. Sedangkan dari kubu Tial, satu orang warganya terluka.

Konflik ini berhasil diredam oleh aparat keamanan hingga tidak meluas.

Selanjutnya, pada 3 April 2025 terjadi bentrok antar pemuda dari desa Sawai dan dusun Rumaholat Kecamatan Seram Utara. Bentrok tersebut mengakibatkan seorang anggota polri, Bripka Husni Abdullah tewas saat pengamanan.

Kanit Intel Polsek Wahai itu tewas tertembak di bagian wajah oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Polda Maluku lantas mengirimkan puluhan personil gabungan untuk mengantisipasi berkembangnya konflik. Sementara di lokasi kejadian telah lebih dulu tiba dan melakukan pengamanan aparat keamanan dari Polres Maluku Tengah dan TNI .

(RLA)

By admin