Direktur PT. Maluku Energi Abadi (MEA), M.A.S. Latuconsina


Ambon, Jendelakita.com – Proyek nasional Blok Masela sudah di depan mata. PT. Maluku Energi Abadi (MEA) mendesak DPRD Maluku untuk segera mengunci peluang ekonomi masyarakat setempat lewat regulasi konten lokal.

Direktur MEA M.A.S. Latuconsina beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRD merangkap Koordinator Komisi III Johan Johanis Lewerissa bersama ketua dan anggota Komisi III di Ambon, Senin (8/6/2026). Hadir pula para anggota dari komisi lain.

“Kami meminta pertemuan khusus dengan pimpinan DPRD dan alhamdulillah responsnya sangat baik. Bukan hanya bertemu Komisi III, tetapi juga dihadiri anggota dari komisi lainnya. Ini menunjukkan kepedulian DPRD terhadap masa depan ekonomi Maluku,” kata M.A.S Latuconsina.

Ia menekankan, tahapan Blok Masela sudah masuk ke pra-konstruksi dan operasi. Jika tidak ada payung hukum dari sekarang, komitmen konten lokal 26,6 persen hanya jadi tulisan.

“Pengadaan material lokal, tenaga kerja lokal, dan seluruh potensi yang ada di Maluku tidak boleh diambil dari luar, jika tersedia di daerah. Masyarakat Maluku harus menjadi pelaku utama dalam proyek ini,” ujarnya.

MEA mengusulkan dua jalur cepat. Jalur pertama, DPRD segera bahas Raperda tentang penggunaan produk, jasa, dan tenaga kerja lokal. Sedangkan jalur kedua, Gubernur Maluku harus terbitkan peraturan kepala daerah lebih dulu, sebagai langkah darurat sebelum perda rampung.

“Karena itu kami meminta dukungan penuh DPRD. Sebelum perda dibentuk, bisa didahului dengan peraturan kepala daerah oleh gubernur. Dua langkah ini yang kami harapkan dapat segera diwujudkan,” kata Latuconsina.

Ia menjelaskan, bagi MEA, regulasi itu bukan formalitas. Ini penentu apakah dampak ekonomi Blok Masela akan berputar di Maluku atau justru lewat begitu saja.

Ia berharap, Pemprov, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan satu suara. Tujuannya, agar proyek migas di Laut Arafura benar-benar menggerakkan UMKM, vendor daerah, dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Jangan sampai saat proyek jalan, masyarakat Maluku hanya jadi penonton di tanah sendiri,” pungkasnya.

By admin