Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias 


 

Ambon, Jendelakita.com – Perbedaan pilihan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 November 2024 menyebabkan sebagian masyarakat tidak mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disalurkan di desa-desa.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Anos Yeremias kepada media ini di baileo rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (13/3/2025).

“Masih banyak keluhan dari masyarakat mengenai penyaluran BLT di desa-desa, yang diduga tidak merata karena faktor politis. Ada desa diduga ada orang-orang yang mendukung pasangan tertentu tidak mendapatkan BLT. Ini menjadi masalah yang harus diselesaikan,” kata Anos Yeremias.

Menurut dia, pilkada telah usai. Saat ini waktunya untuk melayani masyarakat, tanpa membedakan latar belakang politik.

Politisi Partai Golkar itu lantas mengajak seluruh elemen masyarakat dan kepala daerah di Maluku untuk meninggalkan dendam politik dan fokus bekerja bagi kepentingan rakyat.

“Untuk masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Maluku, jangan ada lagi dendam-dendam politik, karena pilkada sudah selesai. Sekarang waktunya bekerja untuk rakyat,” ucapnya.

Dia menyampaikan dukungannya terhadap Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang menyatakan bahwa dirinya kini adalah gubernur bagi seluruh rakyat Maluku. Bukan lagi milik tim sukses atau kelompok tertentu.

“Saya setuju dengan pernyataan Pak Gubernur. Harapannya, seluruh daerah di Maluku juga seperti itu. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa dianaktirikan karena (berbeda) pilihan politiknya di pilkada lalu,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Maluku itu mengimbau para kepala daerah yang terpilih agar benar-benar menjadi pelayan masyarakat, tanpa diskriminasi.

“Kepada teman-teman yang sudah jadi bupati, layani-lah masyarakat. Semua kita terpanggil untuk melayani. Tinggalkan dendam politik sewaktu pilkada. Saatnya bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. (RLA)

By admin