Peringatan hari Pattimura ke-209, yang berlangsung di Pattimura Park, Senin (18/05/2026), dipimpin Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena (lima dari kiri)


Ambon, Jendelakita.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memimpin upacara peringatan Hari Pattimura ke-209, yang berlangsung di Pattimura Park, Senin (18/05/2026).

Upacara yang digelar penuh khidmat itu dihadiri Wakil Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Sekretaris Daerah Kota Ambon Robby Sapulette, unsur Forkopimda, pimpinan  Organisasi OPD, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Bodewin Wattimena yang bertindak mewakil Gubernur Maluku menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

“Hari Pattimura bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun Daerah,” kata Bodewin Wattimena

Suasana upacara semakin sakral saat Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, menyerahkan obor perjuangan kepada Wali Kota Ambon untuk dinyalakan di depan Patung Pattimura.

Prosesi penyalaan obor berlangsung khidmat dan penuh makna. Api yang menyala menjadi simbol semangat perjuangan rakyat Maluku yang diwariskan lintas generasi dan tidak pernah padam dimakan zaman.

Usai penyalaan obor, Wali Kota Ambon bersama Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath melanjutkan prosesi peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa besar Kapitan Pattimura.

Dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Wali Kota Ambon, ditegaskan bahwa cita-cita besar Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah tercapai tanpa kemajuan Maluku sebagai daerah kepulauan yang kaya sejarah, budaya, dan sumber daya alam.

“Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus besar pembangunan nasional,” tegasnya.

Menurut dia, Maluku harus bangkit dan bergerak maju menjadi daerah kepulauan yang kuat, mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

Ia menilai perjuangan Kapitan Pattimura 209 tahun silam bukan hanya tentang perlawanan fisik terhadap penjajah, tetapi juga keberanian mempertahankan harga diri, tanah leluhur, dan masa depan generasi Maluku.

“Jika hari ini kita masih mudah terpecah, malas bekerja, takut bersaing, dan membiarkan kemiskinan terjadi, maka perjuangan itu belum selesai,” ucapnya.

Momentum sejarah tersebut mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”,

Wattimena mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk mengenang kembali perjuangan rakyat Maluku pada 15 Mei 1817 yang dipimpin Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura.

Dikatakan, tantangan perjuangan saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu para pejuang mengangkat senjata melawan kolonialisme, maka kini generasi muda menghadapi persoalan kemiskinan, ketimpangan, keterbelakangan pembangunan, ketertinggalan teknologi, hingga ancaman terhadap persatuan bangsa.

Untuk itu, Maluku diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan pembangunan di kawasan timur Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul, ekonomi kelautan dan perikanan yang kuat, serta persaudaraan yang tetap kokoh.

Masyarakat diajak untuk terus berinovasi, keluar dari zona nyaman, serta memperkuat persatuan tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun golongan.

Selain itu, pentingnya kerja bersama dalam mengelola potensi sumber daya alam Maluku, baik di laut maupun di darat, demi kesejahteraan masyarakat turut menjadi perhatian utama dalam sambutan tersebut.

Kepada generasi muda, pesan khusus turut disampaikan agar menjadi “Pattimura-Pattimura muda masa kini” dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki daya saing global, namun tetap menjaga nilai budaya pela gandong dan semangat Siwalima sebagai identitas masyarakat Maluku.

Generasi muda Maluku juga diminta terus berkembang dan berkarya dalam mendukung pembangunan daerah sebagai bagian dari menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutan tersebut, kembali diingatkan pesan perjuangan Kapitan Pattimura yang menyatakan bahwa “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit”.

Semangat perjuangan itu diharapkan terus hidup dan diwujudkan melalui kerja nyata membangun daerah dan bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. (WAN)

By admin