Prakiraan cuaca BMKG Maluku
Ambon, Jendelakita.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Maluku menginformasikan, hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada 5 February 2025 pukul 20:30 WIT.
Demikian update peringatan dini cuaca wilayah Maluku, Rabu (5/2/2025) pukul 20:22 WIT, yang disiarkan website BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon.
Berikut wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami
1). Kabupaten Buru, meliputi Namlea, Air Buaya, Waeapo, Waplau, Batabual, Lolong Guba, Waelata, Fena Leisela, Teluk Kaiely, Lilialy.
2). Kabupaten Seram Bagian Barat, meliputi Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa.
3). Kabupaten Maluku Barat Daya, meliputi Moa Lakor, Damer, Mndona Hiera, Pulau-Pulau Babar, Pulau-Pulau Babar Timur, Pulau Leti, Pulau Wetang, Pulau Lakor, Kepulauan Romang, Pulau-Pulau Terselatan, Kisar Utara,
4). Kabupaten Buru Selatan, meliputi Namrole, Waesama, Kepala Madan, Leksula, Fena Fafan.
Potensi hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat meluas hingga ke :
1). Kabupaten Maluku Tengah, meliputi Amahai, Teon Nila Serua, Tehoru, Saparua, Pulau Haruku, Salahutu, Leihitu, Nusa Laut, Teluk Elpaputih, Leihitu Barat, Telutih, Saparua Timur.
2). Kabupaten Maluku Tenggara, meliputi Kei Besar Utara Timur, Kei Besar Utara Barat,
3). Kabupaten Kepulauan Tanimbar, meliputi Selaru, Wer Maktian, Tanimbar Utara, Wuar Labobar, Molu Maru.
4). Kabupaten Seram Bagian Timur, yakni Teor
5). Kabupaten Seram Bagian Barat, meliputi Kairatu, Amalatu, Inamosol, Huamual, Elpaputih.
6). Kota Ambon, meliputi Nusaniwe, Sirimau, Baguala, Teluk Ambon, Leitimur Selatan.
7). Kota Tual, meliputi Pulau-Pulau Kur dan Kur Selatan.
Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 01:00 WIT.
Sebelumnya, lewat siaran pers yang ditandatangani oleh Kepala BMKG Provinsi Maluku, Kamari, pada 4 Februari 2025, masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi cuaca buruk yang mungkin terjadi.
“Begitu pun terhadap penurunan jarak pandang secara tiba-tiba serta dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seperti banjir, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang dan gelombang tinggi,” kata Kamari lewat siaran pers bernomor e.T/ME.02.04/002/KAMQ/II/2025.
Berdasarkan hasil analisis, cuaca buruk terjadi dikarenakan kondisi atmosfir yang dapat memicu terjadinya cuaca signifikan di Maluku, di antaranya, adanya daerah tekanan rendah di wilayah utara Australia yang menyebabkan terjadinya pertemuan angin serta perapatan massa udara dan bergerak ke selatan Papua hingga ke wilayah Maluku.
“Dengan ENSO atau El Nino Southern Oscillation, yaitu fenomena laut-atmosfer yang terjadi secara berkala dan tidak teratur yang melibatkan perubahan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang bernilai negatif yakni -0,89, serta aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yaitu fenomena cuaca yang terjadi di lapisan troposfer dan dapat menyebabkan cuaca ekstrem berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan diwilayah Maluku,” terang Kamiri.
Beberapa kondisi tersebut, imbuhnya, berpengaruh terhadap proses pembentukan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Maluku yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang sesaat dalam beberapa hari ke depan.
Kamari juga meminta kepada masyarakat untuk dapat memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrim melalui kanal-kanal informasi BMKG.
Diketahui, wilayah-wilayah yang masuk dalam peringatan dini antara lain, Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya. (MCAMBON / RLA)






