Pohon tumbang menyebabkan rusaknya satu unit rumah di Kelurahan Batu Meja Kecamatan Sirimau Kota Ambon
Ambon, Jendelakita.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kota Ambon pada 4 – 5 February 2025 dini hari mengakibatkan pohon tumbang di 11 titik. Kondisi ini menyebabkan sejumlah rumah warga rusak.
Berdasarkan rilis Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, pohon tumbang juga menyebabkan kerusakan lingkungan dan terganggunya aktifitas masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Fahmi Salatalohy dalam rilisnya, Rabu (5/2/2025) menyebutkan, rumah warga yang rusak terjadi di tiga titik.
“(Di antaranya) di RT 001 RW 005 Kelurahan Batu Meja Kecamatan Sirimau. Kejadian sekitar pukul 16.00 WIT. Selanjutnya, RT 006 RW 006 Kampung Siwang Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe. Kejadian sekitar pukul 15.35 WIT,” kata Fahmi Salatalohy.
Adapun 11 titik yang menjadi lokasi pohon tumbang yakni depan kantor Pengadilan Negeri Ambon, Kompleks BTN Lateri, Kayu Tiga Jemaat Bethabara, depan MCM, Halong Air Besar, Passo Lorong RRI, Passo Transit depan kantor Klasis Ambon Timur, kampus Universitas Pattimura, Skip Dalam, Perumnas Poka, Kelurahan Tihu dan Ponegoro Atas.
Fahmi Salatalohy mengatakan, pihaknya melakukan respon cepat dengan menugaskan tim untuk segera mengkaji dan meninjau lokasi terdampak.
“BPBD Kota Ambon memberikan informasi dan himbauan kepada warga terdampak untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang terjadi sesuai dengan informasi/siaran pers BMKG terkait peringatan dini dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, BPBD Kota Ambon bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) setempat telah melakukan pembersihan di lokasi pohon tumbang yang menghambat aktifitas masyarakat dan mengancam pemukiman warga baik di lingkungan maupun di tempat umum dan sepanjang jalan utama Kota Ambon.
“BPBD Kota Ambon juga memberikan bantuan logistik sementara berupa terpal atau kebutuhan darurat yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak,” jelasnya.
Dia berharap, masyarakat tetap waspada akan kondisi cuaca ekstrim berupa hujan disertai angin kencang yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan. (MCAMBON / RLA)






