Stafsus Menkopolhukam bidang Komunikasi dan Ekonomi Marcelino Rumambo Pandin dan tim meninjau koperasi merah putih di Desa Wayame, Ambon, Kamis (7/8/2025).
Ambon, Jendelakita.com – Staf khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) bidang Komunikasi dan Ekonomi Marcelino Rumambo Pandin bersama tim meninjau program Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat di Desa Wayame Kota Ambon, Kamis (7/8/2025).
“Yang pertama adalah untuk memperkuat norma, standar, pedoman dan manual dalam penanganan konflik sosial. Ini mencakup langkah-langkah pencegahan, penghentian, hingga pemulihan konflik sosial,” kata Marcelino Rumambo Pandin dalam keterangan persnya.
Program Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun ketahanan sosial ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan dan semangat gotong royong di tengah tantangan bangsa.
Marcelino mengatakan kunjungan tim Kemekopolhukam selain untuk meninjau langsung implementasi program Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program prioritas nasional, mereka juga ingin melihat penerapan penanganan konflik sosial.
“Tadi kami sudah lihat pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG). Saat ini kami berada di Koperasi Desa Merah Putih Desa Wayame untuk mengevaluasi aspek-aspek yang bisa memperkuat dan mempercepat program ini agar manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Marcelino menegaskan komitmen Kemenkopolhukam terhadap pengembangan Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih, sebagai dukungan nyata terhadap program prioritas nasional tersebut.
Ia juga menyatakan Kemenkopolhukam akan memastikan akan memastikan keamanan bahan baku MBG, dengan senantiasa berkoordinasi bersama jajaran kementerian terkait.
“Untuk Sekolah Rakyat, kami akan memperkuat dari sisi ideologis, yakni semangat kebangsaan dan kemandirian. Sementara untuk program MBG, kami akan memastikan keamanan bahan baku melalui koordinasi dengan jajaran kementerian di bawah kami. Mulai dari proses distribusi hingga anak-anak, balita, ibu hamil, dan menyusui bisa menikmati makanan bergizi dengan aman dan tepat sasaran,” ujarnya. (**)






