Rapat paripurna DPRD Maluku dengan agenda serahterima jabatan dari Penjabat Gubernur Sadali Ie kepada Gubernur Maluku periode 2025-2030 Hendrik Lewerissa dan penyampaian pidato perdana gubernur, di Ambon, Rabu (5/3/2025). Rapat tersebut dipandu dengan bahasa daerah Kei.



Ambon, Jendelakita.com – Untuk pertama kalinya bahasa daerah Kei digunakan untuk memandu jalannya rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku di Ambon, Rabu (05/03/2025).

Rapat paripurna tersebut beragendakan serahterima jabatan dari Penjabat Gubernur Sadali Ie kepada Gubernur Maluku periode 2025-2030 Hendrik Lewerissa. Rapat dirangkai dengan penyampaian pidato perdana gubernur.

Rapat dipandu oleh dua orang pembawa acara (Master of Ceremony /MC), masing-masing menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Kei.

Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Hendrik Lewerissa – Abdullah Vanath dipanggil “Dir U Ham Wang” oleh MC yang berbahasa Kei. Sedangkan istri mereka, Maya Baby Lewerissa dan Rohani Vanath dipanggil “Nen Dit”.

Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, dalam rapat mengungkapkan, penggunaan bahasa daerah Kei itu atas usulan Gubernur Maluku.

“Gubernur sendiri yang meminta menggunakan bahas Kei. Mungkin karena ketua DPRD Maluku orang Kei,” kata Benhur George Watubun, saat memimpin rapat.

Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku menghadiri rapat paripurna perdana mereka sebagai kepada daerah dengan didampingi istri masing-masing.

Tampak para gubernur Maluku sebelumnya juga hadir, antara lain Karel Albert Ralahalu dan Said Assegaf.

Hadir Pula Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) setempat dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov). Para bupati/walikota dari 11 kabupaten/kota juga turut hadir.

Sementara dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), diwakili oleh Direktur Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda), Imelda.

(RR)

By admin