Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam wawancara bersama host Bertje Minanlarat di Studio 1 RRI Ambon
Ambon, Jendelakita.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah/2025 Masehi, RRI Ambon menggelar dialog interaktif bersama Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Studio Programa 1 RRI Ambon, Senin (24/3/2025).
Dialog tersebut membahas terkait pengendalian harga bahan pokok (bapok) dan distribusi logistik menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.
Terkait hal tersebut Vanath menjelaskan bahwa ia bersama dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada setiap Senin pagi, mengikuti zoom meeting yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian. Pada kesempatan itu setiap provinsi melaporkan perkembangan harga pokok di masing-masing daerahnya.
“Ini bukan hal yang baru, karena inflasi menjadi pekerjaan pemerintah. Hanya saja intensitas mulai kita tingkatkan di bulan suci Ramadan, karena memang Idul Fitri, Idul Adha, maupun Natal dan tahun baru adalah waktu di mana spekulasi barang akan terjadi,” kata Abdullah Vanath.
Vanath mengatakan, itulah sebabnya pihaknya menjaga ketat hal itu dan memastikan bahwa stok barang tersedia, jalur distribusi tidak terganggu, harga terjangkau, dan sebagainya yang dikerjakan setiap hari bukan hanya dari pihak Pemerintah Provinsi Maluku, tetapi juga dari Satgas Pangan.
“Sebagai provinsi Kepulauan sampai hari ini konektivitas belum tertata secara baik, investasi untuk transportasi laut adalah investasi yang mahal. Namun demikian dari waktu ke waktu kita berusaha untuk memperbaiki, dan tidak saja dikerjakan oleh pemerintah, tetapi kita juga mengajak pihak-pihak swasta untuk terlibat di dalam pekerjaan transportasi ini,” jelasnya.
Dikatakan, sesuai arahan gubernur, dalam waktu dekat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya akan dibagi untuk beberapa unit usaha. Khusus membidangi transportasi akan berdiri sendiri, dengan pertimbangan agar lebih fokus.
“Problem mengenai mudik lebaran, adalah program nasional yang anggarannya disiapkan dari APBN, serta data-datanya itu juga bukan dari Pemda,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, mantan Bupati Seram Bagian Timur dua periode itu menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku melakukan antisipasi untuk wilayah-wilayah yang tidak kebagian jatah mudik gratis.
Dia berharap, semuanya bisa tertata lebih baik.
Selanjutnya, dia mengajak ‘basudara’ Maluku untuk mendukung pemerintahannya bersama Gubernur Hendrik Lewerissa dan 10 bupati/walikota dengan para wakilnya, karena dirinya yakin akan ada harapan baru.
“Mari kita jaga toleransi, menjaga keamanan, menjaga agar barang-barang jangan naik harga dan jangan sampai terjadi ‘panic buying’ yang bisa menimbulkan masalah sosial, Insyaa Allah pemerintah pastikan bahwa kebutuhan pokok tersedia,” tandasnya (Diskominfo Maluku / RLA)






