Anggota Komisi III DPRD Maluku, Allan Lohy
Ambon, Jendelakita.com – Komisi III DPRD Maluku mengingatkan Dinas PU agar ketika dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) cair, jangan hanya digunakan untuk proyek yang dampaknya tidak terasa, melainkan diarahkan ke perbaikan jalan provinsi yang paling dibutuhkan warga.
Peringatan itu keluar dari anggota Komisi III, Allan Lohy, saat rapat dengan mitra OPD di DPRD Maluku, Senin (13/4/2026)
Lohy meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menyiapkan peta jalan sejak awal.
“Kalau memang dana SMI ini sudah mulai masuk atau akan direalisasikan, maka langkah strategis harus disiapkan sejak awal, terutama untuk pembangunan jalan-jalan provinsi,” ujar Lohy.
Dikatakan, kuncinya adalah skala prioritas. Pilih ruas yang benar-benar membuka akses masyarakat dan sejalan dengan program gubernur, bukan yang sekadar gampang dikerjakan.
Selain itu, Lohy mengingatkan agar Pemprov mengecek dulu program Balai Pelaksana Jalan Nasional. Kalau ruas jalan sudah digarap pusat, Pemprov tidak perlu mengulang usulan yang sama.
“Jangan sampai ada usulan dari balai, lalu kita juga mengusulkan hal yang sama. Itu bisa tumpang tindih. Perencanaan harus sinkron,” katanya.
Dia menyampaikan, dengan APBD yang terbatas, dana SMI harus dibelanjakan untuk proyek yang langsung menggerakkan ekonomi dan konektivitas.
“Karena anggaran kita terbatas, maka harus benar-benar direncanakan. Infrastruktur yang dipilih harus prioritas dan punya manfaat besar,” tegasnya.
Dia berharap, perencanaan rapi, pembangunan efektif, tanpa program kembar, supaya Maluku bisa terhubung lebih baik.






