Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta, didampingi Sekretaris Kota Roby Sapulette (kiri) dan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ronald Lekransy (kanan), pada apel pagi Senin (5/5/2025)
Ambon, Jendelakita.com – Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah kota (Pemkot) untuk tidak lagi berbelanja di para pedagang yang menggelar dagangan mereka di sepanjang ruas jalan raya depan Pasar Mardika.
“Pedagang kita arahkan masuk ke dalam pasar, tetapi kalau pembeli membiarkan pedagang itu di luar lalu beli di depan jalan, maka sama saja memberi ruang kepada mereka,” kata Elly Toisutta dalam apel pagi di balai kota setempat, Senin (5/5/2025).
Pasar Mardika yang dekat dengan Terminal Mardika menjadi salah satu kawasan dengan arus lalu lintas termacet di Kota Ambon. Aktivitas warga yang berjualan di trotoar dan separuh badan jalan raya turut mempengaruhi terjadinya kemacetan.
Pemkot Ambon selama sepekan terakhir berupaya menertibkan pasar dan pedagang agar kawasan tersebut agar lebih tertata dan bersih.
Elly berharap para ASN bisa ikut mendukung upaya pemerintah dengan tidak lagi berbelanja di area depan pasar. Selain menjadi contoh bagi warga lainnya, hal itu juga akan mendorong para pedagang untuk pindah berjualan di dalam pasar.
“Kalau seluruh masyarakat bekerja sama melakukan ini, tentunya para pedagang dengan sendirinya akan masuk ke dalam. Tetapi kalau kita seenaknya saja di atas motor, lalu parkir motor di badan jalan langsung beli yang ada di depan-depan, maka apakah artinya penertiban yang sudah kita lakukan” ujarnya.
Penataan kawasan Pasar Mardika, ungkap Elly, telah menguras tenaga dan keuangan daerah. Ia mengapresiasi dinas-dinas terkait yang telah bahu-membahu melaksanakan tugas tersebut tanpa mengenal lelah.
Bukan hanya Pemkot, keberhasilan penataan kawasan Pasar Mardika, kata dia, memerlukan kontribusi semua pihak, termasuk warga kota yang menjadi pembeli.
“Mungkin bisa disampaikan lewat tetangga, kerabat, teman yang ada, mari bantu Pemkot Ambon, sama-sama kita melakukan penertiban ini. Bukan hanya pedagang yang kita suruh masuk, tetapi kita juga sebagai pembeli harus punya kesadaran untuk tidak berbelanja di depan-depan supaya ada dua sinergitas di situ,” imbuhnya. (**)






