Ambon, Jendelakita.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku merilis tiga kabupaten di wilayah kerjanya sebagai daerah yang paling rawan berpotensi terjadi sengketa pilkada.

Tiga kabupaten itu yakni Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah (Malteng) dan Maluku Tenggara (Malra).

Menurut Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Maluku Daim Baco Rahawarin, yang menjadi dasar pijakan pihaknya menetapkan ketiga daerah itu sebagai rawan tinggi, hingga perlu diantisipasi dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 ini adalah bertolak dari sejumlah kasus berikut ini 

Pada penyelenggaraan pilkada 2020 hingga pemilu 2024 di Kabupaten SBT terjadi masalah yang berulang-ulang, mulai dari persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga bentrok di kalangan masyarakat.

Hal yang sama juga terjadi di Bumi Pamahanunussa, Kabupaten Maluku Tengah. Bahkan di daerah ini, Kantor KPU setempat diduduki massa.

Sementara di Maluku Tenggara sempat terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di suatu desa. Ketika itu, terjadi ledakan dari bom molotov.

“Itulah yang menjadi (dasar kami menetapkan) bahwa (daerah-daerah ) ini titik rawan tinggi,” kata Daim Baco Rahawarin kepada wartawan, saat Peluncuran Pemetaan Kerawanan Pemilihan Serentak 2024 Provinsi Maluku, di Hotel Santika Selasa malam (10/9/2024).

Daim Baco mengungkapkan, bertolak dari permasalahan tersebut pihaknya melakukan upaya mitigasi terkait dengan potensi masalah yang mungkin dihadapi dalam pilkada nanti.

“Ada beberapa hal yang perlu kami antisipasi. Melakukan mitigasi terkait dengan yang (mungkin) dihadapi pada pilkada ke depan, mulai dari isu tahapan Daftar Pemilih Sementara, kemudian tahapan kampanye dan sampai pada pemungutan dan perhitungan suara nanti,” jelasnya.

Dia menambahkan, Bawaslu Maluku akan melakukan mitigasi per tahapan dalam proses penyelenggaraan pilkada.

Pewarta : Reza Ali Akbar
Editor     : Rosni Marasabessy

By admin