Rakor terkait kesiapan stok bapok, BBM, listrik, transportasi laut dan udara jelang Idul Fitri 1447 Hijriyah di ruang paripurna DPRD Maluku di Ambon, Kamis (5/3/2026). Rakor dipimpin Wakil Ketua DPRD Johan Johanis Lewerissa, didampingi Ketua Komisi II dan III, masing-masing Irawadi dan Alhidayat Wajo
Ambon, Jendelakita.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Maluku melalui Komisi II dan III menggelar rapat koordinasi bersama mitra yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, BUMN dan BUMD terkait kesiapan masing-masing lembaga dalam melayani kebutuhan masyarakat jelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Rapat yang berlangsung di ruang paripurna baileo rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (5/3/2026) itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Johan Johanis Lewerissa, didampingi Ketua Komisi II dan III, masing-masing Irawadi dan Alhidayat Wajo.
Johan Lewerissa dalam arahannya mengatakan, pergerakan harga komoditi dunia, khususnya minyak, yang melambung tinggi akibat kondisi geopolitik global, turut berdampak pada pasokan di dalam negeri.
Dia menekankan bahwa di tengah situasi ini, kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha sangat penting untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.
“Jelang hari raya, volume permintaan masyarakat akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, semua pihak harus berperan aktif untuk memastikan pasokan bahan pokok, energi, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan listrik dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Johan Lewerissa.
Dia menegaskan, DPRD akan mengambil langkah tegas, bila ada pihak-pihak yang bermain di tengah situasi ini, baik berupa penimbun atau menaikan harga secara sepihak, sehingga merugikan masyarakat.
“Kami tidak akan mengizinkan ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini, untuk kepentingan sendiri,” tegasnya.
Dia berharap, melalui rakor itu sinergi antara lembaga dapat terjalin, agar masyarakat dapat merayakan lebaran dalam kenyamanan.
Setiap Perwakilan instansi yang hadir menyampaikan kesiapan lembaganya, baik dari pemerintah daerah Provinsi Maluku, PT. Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, PT. Pertamina Patra Niaga Regional Papua -Maluku dan PT. PLN (Persero) Wilayah Maluku & Maluku Utara hingga PD. Panca Karya.
Wakil Ketua Komisi III, Mumin Refra mengingatkan dalam forum tersebut soal kondisi sebagian masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual yang hingga kini belum menikmati listrik secara penuh, selain pada malam hari.
Dia menilai, kondisi tersebut menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Di dapil saya, Maluku Tenggara dan Kota Tual, masih ada sejumlah desa di pulau-pulau kecil seperti Desa Dullah dan wilayah di Kecamatan Tayando Tam yang listriknya hanya menyala pada malam hari,” terangnya.
Menurut dia, masyarakat yang sebagian besar nelayan itu kesulitan mengolah hasil tangkap pada siang hari, lantaran tidak adanya listrik.
Dia menyadari bahwa pihak PLN membutuhkan perhitungan teknis untuk bisa mengalirkan listrik ke daerah-daerah tersebut. Namun dia berharap, jelang Idul Fitri 1447 Hijriyah ini, PLN dapat meningkatkan pelayanannya, agar layanan publik betul-betul dapat dinikmati masyarakat . (RLA)






