Ambon, Jendelakita.com – Kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Ambon setiap Selasa selama sebulan terakhir, berdampak menurunkan harga bahan kebutuhan pokok secara signifikan.

Kondisi itu membuat Kota Ambon mengalami deflasi month to month (m to m) sebesar -1,53 persen, dari keadaan sebelumnya yang hanya -0,06 persen. Sedangkan deflasi year on year (y o y) menjadi 3,17 persen, di mana sebelumnya sebesar 4,29 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, di ruang kerjanya, Senin (5/8/2024) mengatakan, kegiatan pasar murah yang diberi nama Gerakan Pangan Murah (GPM) terus dilakukan oleh Pemerintah Kota dengan tujuan menjaga stabilisasi pasokan dan harga bahan pokok.

“Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi strategi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan menjaga daya beli masyarakat tetap terjangkau atas kebutuhan pangan yang mengalami kenaikan harga,” kata Ronald H. Lekransy.

Dia menjelaskan, intervensi itu akan dikoordinasikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dengan menjual bahan kebutuhan pangan yang lebih murah, dibandingkan harga pasar.

Untuk itu, telah diijadwalkan, besok (Selasa, 6 Agustus 2024) kembali digelar GPM di Pelabuhan Kecil/Pelabuhan Enrico di Jalan Pantai Mardika Kecamatan Sirimau, mulai pukul 08.00 WIT.

Bahan pangan yang akan dijual antara lain beras premium Rp 65.000 per lima kg, beras SPHP Rp 60.000 per lima kg, telur ayam Rp 56. 000 per rak, minyak goreng Rp 14 000 per liter, gula pasir Rp 16 000 per kg.

Selain itu, bawang merah Rp 25.000 per kg, bawang putih Rp 30.000 per kg, tomat Rp 15.000 per kg, sayur sawi/bayam/kangkung Rp 6.000 per ikat, cabe keriting Rp 35.000 per kg, cabe rawit Rp 34.000 per kg.

Ronald Lekransy mengungkapkan, dengan upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dilakukan itu, Pemerintah Kota Ambon berharap ada manfaat yang diperoleh masyarakat melalui Gerakan pangan Murah.

Dikatakan, pihaknya akan mengupayakan agar kegiatan itu berlangsung secara berkelanjutan, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Untuk itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon terus berkoordinasi dengan semua pihak sehingga ketersediaan dan harga pangan tetap terkendali,” pungkasnya.

Pewarta : Rilis PPID
Editor     : Rosni Marasabessy

By admin