Antusiasme warga di Festival Durian Hutumuri 2026, yang digelar di Pantai Lawena, Negeri Hutumuri, Kota Ambon, Sabtu (27/6/2026)
Ambon, Jendelakita.com – Meriahnya Festival Durian di Lawena Beach, Negeri Hutumuri, Kota Ambon, Sabtu (27/6/2026), disambut positif DPRD Maluku.
Wakil Ketua DPRD Maluku, Johan Johanis Lewerissa mengatakan, acara tersebut menjadi contoh nyata sumber daya alam diolah menjadi penggerak ekonomi.
“Potensi yang Tuhan berikan kepada masyarakat ini harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat memajukan perekonomian masyarakat,” kata Johan Lewerissa di sela kegiatan.
Ia melihat lacara tersebut bukan sekadar pesta buah, melainkan ruang bagi petani durian dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui jualan langsung, promosi, sampai jejaring usaha.
Politisi Gerindra itu menilai, momentum tersebut harus dipakai untuk mendorong agrowisata dan agribisnis Maluku naik kelas.
“Ke depan, kualitas agrowisata dan agribisnis harus terus ditingkatkan, karena ini merupakan salah satu sektor andalan daerah. Durian Maluku harus semakin dikenal, bukan hanya di Kota Ambon, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia,” ucapnya
Menurut dia, Jika dikelola secara serius, durian Maluku bisa menjadi ikon. Bukan cuma dijual di pasar lokal, tapi dapat menembus pasar luar daerah, bahkan ekspor.
Ia menantang desa-desa yang lain di Maluku agar melakukan hal serupa yang dilakukan di Hutumuri.
“Harapan saya, ke depan desa-desa lain juga menggelar festival seperti ini, agar durian-durian terbaik dari Maluku semakin dikenal hingga ke tingkat nasional bahkan mancanegara,” tandasnya






