Ambon, Jendelakita.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin proses pengundian atau pengambilan nomor urut para pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Maluku untuk pemilihan kepada daerah serentak yang dijadwalkan 27 November 2024, berjalan dengan “fair”.
Hal itu disampaikan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI, Idham Holik, dalam sambutannya saat memulai proses pengambilan nomor urut di Kantor KPU Provinsi Maluku, Tantui, Ambon, Senin (23/9/2024)
“Insyaa Allah proses ini akan dilakukan secara ‘fair’, dan teman-teman (KPU Provinsi Maluku) juga tidak tahu tiga selongsong ini nomornya nomor berapa. Yang tahu adalah paslon itu sendiri pada saat dibuka,” kata Idham Holik.
Dia menjelaskan, nomor-nomor itu saat ditempatkan sudah diacak. Tidak ada tanda apapun di setiap selongsong yang sudah ditempatkan di atas meja.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku bahkan diminta untuk mengamati ketiga selongsong itu, sebelum dilakukan proses pengundian.
“Rekan-rekan Bawaslu mengamati sebelum dilakukan proses pengundian untuk memastikan tidak ada tanda-tanda khusus, sehingga semua memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.
Saat pengambilan nomor undian, Pasangan Jeffry A Rahawarin – Abd. Mukti Keliobas berhasil mendapatkan angka 1. Sedangkan Murad Ismail – Michael Wattimena mendapatkan angka 2. Sementara pilihan Hendrik Lewerissa – Abdullah Vanath jatuh pada nomor 3.
“Beta bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena tadi kita sudah lihat bersama pelaksanaan pengambilan nomor urut berjalan dengan baik. Semua nomor itu sama. Akan tetapi katorang (kami) sudah terbiasa di Maluku ini dapat-dapat nomor terakhir, sekali-sekali katong (kami) dapat nomor 1, kira-kira begitu,” kata Jeffry A Rahawarin.
Menurut dia, Maluku ke depan harus nomor 1. Maluku baru itu nomor 1.
“Klise saja bahwa katong harus nomor 1, karena ini memang niat kita,” ungkapnya.
Sementara Murad Ismail mengapresiasi KPU Maluku, lantaran sejak awal proses penetapan pilkada hingga hari ini berjalan aman, tertib dan lancar.
“Insyaa Allah sampai 27 November nanti masyarakat Maluku yang begitu antusias dan partisipasi masyarakat yang luar biasa, kami yakin dan percaya proses ini sampai pada tanggal 27 akan berjalan aman, damai dan terkendali,” ujarnya.
Dia menyampaikan rasa syukurnya, lantaran berhasil mendapatkan nomor urut 2, sesuai yang mereka cita-citakan. “Dapat nomor urut 2. Berarti lanjut dong,” kata calon petahana itu.
Adapun Hendrik Lewerissa memaknai nomor urut 3 yang diperolehnya sebagai simbol persatuan Indonesia, yang dapat menyatukan masyarakat Maluku yang majemuk.
“Nomor urut 3 itu sangat penting bagi kami, karena masyarakat Maluku sangat majemuk. Dan, 3 itu melambangkan persatuan Indonesia,” terangnya.
Dia percaya, seluruh proses pilkada akan berlangsung aman, damai dan lancar, karna masyarakat Maluku dewasa dalam berpolitik.
“Dan, kami menaruh harapan yang sangat tinggi kepada penyelenggara baik KPU maupun penyelenggara pengawasan Bawaslu dapat melaksanakan tugas secara profesional, adil dan ‘fair’,” tandasnya. (RLA)






