Salah satu rumah warga Hunuth di kawasan Durian Patah yang terbakar dalam konflik Hunuth – Hitu, 19 Agustus 2025.
Ambon, Jendelakita.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Benhur George Watubun, sangat menyesalkan terjadinya konflik antara warga Desa Hunuth Kota Ambon dengan sekelompok pemuda dari Negeri Hitu Kabupaten Maluku Tengah pada Selasa, 19 Agustus 2025 di kawasan Durian Patah.
Kepada media di baileo rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (20/8/2025), Benhur Watubun meminta agar seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
“Sebagai pimpinan DPRD, kami memohon masyarakat di Hitu maupun Hunuth agar tidak terpancing. Situasi seperti ini bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh keadaan,” kata Benhur Watubun.
Ia mengingatkan, agar masyarakat Maluku dapat belajar dari pengalaman pahit masa lalu.
Seperti diketahui, pada 1999 – 2022 lalu, Maluku dilanda konflik komunal yang memakan banyak korban jiwa, harta benda dan meninggalkan trauma.
“Kita sudah pernah merasakan rentetan peristiwa yang memakan korban jiwa, kerugian harta benda, dan meninggalkan luka sosial. Jangan lagi kita mengulanginya,” imbau Watubun.
Dia menyarankan, penyelesaian masalah melalui jalur hukum atau melalui musyawarah dalam bingkai persaudaraan.
Diketahui, konflik Hunuth – Hitu terjadi di kawasan Dunian Patah, Kota Ambon. Konflik dipicu oleh tewasnya seorang pelajar asal Hitu yang bersekolah di Hunuth. Diduga, korban meninggal karena penikaman. Peristiwa itu lantas memantik penyerangan dari puluhan warga Hitu ke Hunuth.
Aksi penyerangan itu menyebabkan puluhan rumah warga Hunuth dirusak dan dibakar.
Kepolisian setempat langsung bergerak mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membuka blokade jalan yang dipasang warga.
“Permasalahan seperti ini bisa saja merembet ke tempat lain. Karena itu, mari kita jaga keamanan demi kepentingan bersama,” ucap Benhur Watubun.
Watubun lantas meminta masyarakat mendukung langkah pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Maluku. (DR/RLA)






