Ketua DWP Kota Ambon, Sartje Sapulette (kiri) bersama salah satu pengurus DWP di sela-sela kunjungan ke 23 OPD dalam Balai Kota Ambon yang mengikuti lomba kebersihan kantor, Selasa (26/8/2025).


Ambon, Jendelakita.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon melakukan peninjauan dan penilaian lomba kebersihan ruang kerja 23 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintah kota (pemkot) setempat, Selasa (26/8/2025).

Penilaian dari TP-PKK dan DWP dilakukan langsung ke sejumlah OPD, seperti memperhatikan aspek kerapian ruangan, tata letak dokumen hingga kebersihan fasilitas kerja. Hasil penilaian dibagi dalam tiga kategori, yakni zona hijau, kuning dan merah. Juara satu, dua dan tiga akan diumumkan untuk masing-masing kategori OPD yang berlokasi di balai kota dan di tempat lain.

Panitia lomba melibatkan tiga orang juri, yakni perwakilan dari LSM, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, dan Ketua DWP Kota Ambon Ny Sartje Sapulette sebagai juri.

Lenorce Tasso/Manusiwa, ketua panita lomba mengatakan proses penilaian dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama menyasar 23 OPD yang berada di Balai Kota Ambon, sedangkan OPD yang kantornya di lokasi lain akan dinilai pada hari berikutnya.

Penilaian dilakukan mencakup kebersihan, kerapihan, jendela, ruang kerja, area luar ruangan hingga pengelolaan sampah, termasuk tata letak dispenser, dan tempat minum untuk mengurangi sampah plastik.

“Kriterianya disesuaikan dengan kondisi kantor. Untuk OPD di Balai Kota, toilet biasanya digunakan bersama sehingga berbeda dengan OPD di luar yang umumnya memiliki ruang hijau,” katanya.

Usai meninjau dan melakukan penilaian, Ketua DWP Kota Ambon Ny Sartje Sapulette memaparkan, lomba kebersihan bukan sekadar mencari pemenang, tapi untuk membangun budaya kerja sehat dan produktif.

Selain itu juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya kebersihan, kerapihan dan kenyamanan lingkungan kerja bagi aparatur pemerintah.

Sartje juga menyoroti kondisi infrastruktur di beberapa OPD yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah, seperti kebocoran atap hingga kerusakan fasilitas. Ia berharap hasil penilaian dapat menjadi masukan bagi wali kota, wakil wali kota dan sekretaris kota (sekkot) Ambon untuk perbaikan fasilitas kerja ke depan.

“Kadang kita lihat kalau tidak ada lomba, ruangan jarang dibersihkan. Dengan adanya kegiatan ini, setiap OPD termotivasi menjaga kebersihan dan kerapihan ruangannya. Bahkan ada ruangan yang sebelumnya kotor, kini sudah terlihat bersih dan terawat. Kami bersyukur karena OPD mendukung program ini,” imbuhnya. (**)

By admin