Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saodah Tethool
Ambon, Jendelakita.com – Disinyalir ada unsur kesengajaan di balik hilangnya 30 Karung Dokumen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku, yang disimpan di gudang.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Saodah Tethool, mempertanyakan hilangnya semua dokumen penting tersebut.
“Pertanyaannya, ada apa ini? Unsur kesengajaan atau bagaimana? Yang bertanggung jawab harus diperiksa mulai dari satpam, karena dia tahu siapa yang memegang kunci,” kata Saodah Tethool kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Rabu (25/6/2025).
Menurut dia, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada gudang penyimpanan Disdikbud Maluku yang mengindikasikan pembobolan.
“Ini tidak ada kerusakan atau dijebol, berarti ada orang dalam. Maka yang paling bertanggung jawab adalah Kepala Dinas, karena dia adalah penanggung jawab tugas sebagai Plt (Pelaksana Tugas),” tegasnya.
Dua menyampaikan, pemeriksaan harus dimulai dari petugas keamanan, pemegang kunci, hingga petugas kebersihan (cleaning service) yang memiliki akses ke area tersebut.
Politisi Partai Gerindra itu bahkan mencurigai adanya indikasi korupsi yang ingin ditutupi dengan cara menghilangkan dokumen.
“Untuk apa dokumen dihilangkan kalau bukan ada indikasi korupsi? Ini ada unsur kesengajaan,” tudingnya.
Dia memastikan, Komisi IV DPRD Maluku akan memanggil pihak Disdikbud untuk meminta keterangan resmi terkait hilangnya dokumen negara tersebut. (DR/RR)






