Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, memimpin jalannya program WAJAR, yang berlangsung di balai kota Ambon, Jumat (13/3/2026). Melalui program ini warga Ambon bertemu langsung dengan pemimpinnya untuk meminta solusinya natas permasalahan yang mereka hadapi


Ambon, Jendelakita.com – Pohon rawan tumbang yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kota Ambon.

Melalui program WAJAR (Walikota dan Wakil Walikota Jumpa Rakyat), berbagai keluhan warga terkait lingkungan hidup kini ditindaklanjuti secara cepat.

Saat berlangsungnya WAJAR di Aula Balai Kota Ambon, Jumat, (13/03/2026), masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing, termasuk keberadaan pohon-pohon besar yang dinilai membahayakan warga.

Keluhan tersebut langsung mendapat perhatian dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gasper.

Menurut Apries, pihaknya saat ini menerima banyak laporan dari masyarakat terkait pemangkasan maupun penebangan pohon yang sudah berada dalam kondisi tumbang, terutama di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman warga.

“Jujur saja kami juga kewalahan untuk menangani permohonan pemotongan pohon di Kota Ambon. Oleh karena itu, sekitar seminggu yang lalu kami sudah menyampaikan laporan kepada Pak Walikota untuk penanganan,” kata Apries.

Ia menjelaskan, penanganan pohon berukuran besar tidak dapat dilakukan oleh DLHP sendiri karena membutuhkan dukungan peralatan khusus, personel yang memadai, demi memastikan proses pemotongan berjalan aman dan tidak menimbulkan resiko baru.

Saat ini, Pemerintah Kota Ambon tengah menyiapkan langkah kerjasama dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat banyak pohon besar berada di dekat rumah warga, jaringan listrik, fasilitas umum, hingga ruas jalan yang padat aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan laporan masyarakat yang disampaikan melalui WAJAR maupun jalur resmi lainnya.

Menurut dia, persoalan pohon rawan tumbang menjadi salah satu prioritas yang harus segera ditangani, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sering melanda Kota Ambon.

“Nanti BPBD, Damkar dan dinas terkait akan dipanggil untuk membicarakan solusi agar segera dilakukan penebangan pohon yang sudah mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Sapulette.

Warga yang hadir dalam forum tersebut menyambut positif komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk mempercepat penanganan pohon-pohon yang dinilai membahayakan.

Diharapkan, langkah antisipatif dapat segera dilakukan sebelum terjadi bencana yang menimbulkan kerugian maupun korban jiwa.

Sejumlah warga menilai tindakan pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah terjadi musibah.

Terlebih, intensitas hujan dan angin kencang yang masih sering terjadi membuat resiko pohon tumbang semakin tinggi di sejumlah wilayah Kota Ambon.

Melalui penguatan kolaborasi antara DLHP, BPBD, Damkar dan instansi terkait lainnya, Pemerintah Kota Ambon diharapkan mampu membangun sistem mitigasi lingkungan yang lebih cepat, demi menjamin keselamatan masyarakat. (WAN)

By admin