Ambon, Jendelakita.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meminta para pengusaha angkutan laut untuk menambah armada dan waktu pelayanan kepada masyarakat pengguna moda transportasi laut yang akan mudik Natal dan tahun baru.

“Dalam koordinasi dengan pihak perusahaan-perusahaan pelayaran, termasuk juga dengan PT. Pelni, kami meminta tambahan jam pelayanan, termasuk tambahan armada,” kata Hendrik Lewerissa kepada wartawan dalam acara coffee morning dengan media di Ambon, Rabu (17/12/2025), terkait kesiapan Pemprov Maluku jelang Natal dan tahun baru (Nataru)

Menurut dia, lonjakan penumpang telah terlihat di pelabuhan-pelabuhan.

PT. Pelayaran Darma Indah lantas menambah jumlah armada dan waktu pelayanan, sesuai arahan gubernur. Perusahaan yang menaungi kapal Express Bahari itu juga melakukan mudik gratis, program milik Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, terkait meningkatnya angka HIV/Aids di Maluku yang kini berkisar 6.000-an kasus, Hendrik Lewerissa mengatakan bahwa pihaknya tidak mungkin melakukan diskriminasi terhadap masyarakat yang terpapar untuk tidak menggunakan jasa angkutan.

“Tapi apakah mereka adalah kelompok masyarakat yang harus didiskriminasi tidak berhak menggunakan jasa angkutan ? Saya rasa tidak bisa,” ucapnya.

Dia menjelaskan, HIV/Aids tidak menular lewat sentuhan. Penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sel-sel kekebalan tubuh itu menyebar melalui hubungan seks, bukan lewat sentuhan.

Untuk itu, dia meminta kepada Komisi Penanggulangan Aids (KPA) setempat agar berkolaborasi dengan pemerintah, LSM dan lembaga-lembaga lain untuk melakukan kampanye secara besar-besaran. (RLA)

By admin