Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tethool


Ambon, Jendelakita.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menilai, perubahan SMA Siwalima menjadi Program Garuda Transformasi perlu didukung dengan penambahan anggaran.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tethool, sekolah unggulan berasrama itu membutuhkan tambahan anggaran untuk operasional, terutama bagi kebutuhan dasar 470 siswa yang menempuh pendidikan di sana.

“Kami sebelumnya telah mengundang pihak terkait untuk membahas kebutuhan pembiayaan, khususnya makan siang bagi siswa yang tinggal di asrama. Ini menjadi perhatian karena jumlah siswa terus bertambah,” kata Saudah Tethool di Gedung DPRD Maluku, Senin (8/6/2026).

Saat ini, sebanyak 470 siswa, mulai dari kelas X – XII menempuh pendidikan di SMA Siwalima. Sistem boarding school (sekolah berasrama) membuat beban operasional lebih berat. Sekolah harus menanggung makan tiga kali sehari, tempat tinggal, dan pembinaan selama 24 jam bagi para siswa. Namun, alokasi anggaran dari APBD Provinsi Maluku belum mencukupi.

“Anggaran pemerintah daerah belum mencukupi untuk menanggung seluruh kebutuhan makan pagi, siang, dan malam bagi 470 siswa yang tinggal di asrama. Karena itu diperlukan dukungan tambahan agar pelayanan kepada siswa tetap optimal,” ujar Tethool.

Ia memastikan, pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan pihak terkait mencari skema pembiayaan yang berkelanjutan, demi menjaga agar kualitas layanan tidak menurun, di tengah program Garuda Transformasi yang menuntut standar lebih tinggi.

Selain soal makan dan operasional, DPRD juga menyoroti sarana penunjang. Fasilitas belajar, asrama, dan pendukung pendidikan lain harus ditingkatkan, agar Siwalima tetap jadi sekolah rujukan di Maluku.

“Ke depan, kami ingin Siwalima tidak hanya unggul di daerah, tapi lulusannya juga siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Tethool.

By admin