Anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil SBB, Julius Rotasouw


 

Ambon, Jendelakita.com – Masyarakat di kecamatan Taniwel Timur kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sangat membutuhkan kehadiran Sekolah Menengah Kejujuran (SMK) di daerahnya.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Julius Rotasouw, kehadiran SMK itu dimaksudkan agar para pelajar yang bersekolah di tempat itu bisa mandiri, ketika mereka lulus nanti.

“Selama ini tidak ada SMK untuk kecamatan Taniwel Timur. Kita juga berpikir bahwa selama ini lulusan SMA tidak punya keahlian khusus, sehingga mereka harus lanjut ke perguruan tinggi. Sesudah lulus dari perguruan tinggi, cari kerja susah,” kata Julius Rotasouw kepada wartawan di baileo rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (08/1/2025).

Keinginan masyarakat Taniwel Timur tersebut disampaikan kepada wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) SBB itu, sewaktu dirinya reses pada Desember 2024 lalu.

Rutasouw mengatakan, masyarakat kecamatan Taniwel Timur berharap agar SMK itu dapat diadakan, sehingga mereka bisa memiliki keterampilan khusus. Diharapkan dengan keterampilan tersebut mereka bisa berwirausaha ketika lulus nanti, sehingga tidak harus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepada mereka, Rotasouw berjanji bahwa pekerjaan yang merupakan domain provinsi itu akan dia komunikasikan dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi.

“Kita akan berupaya untuk itu, karena kebetulan juga mitra kerja saya di Komisi IV berhubungan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku. Kita akan bicarakan itu nanti saat rapat dengan mitra. Seperti apa nanti tindak lanjutnya, supaya harapan masyarakat itu bisa terwujud,” terangnya.

Selain permintaan pengadaan SMK, dalam reses Julius Rotasouw menemukan bahwa minyak tanah (mitan) dijual di SBB dengan harga yang sangat tinggi, yakni Rp 10.000 per liter.

Kondisi itu sangat memberatkan masyarakat, lantaran mahal dan sulit diperoleh. “Sudah mahal, langka lagi,” ujarnya.

Untuk itu, dia mendesak agar pemerintah kabupaten SBB bersama polres setempat dapat mengusut persoalan yang terjadi di balik kelangkaan mitan itu, demi menormalkan kembali harga bahan bakar tersebut.

Butuh Infrastruktur Jalan
Sementara itu, masyarakat di kecamatan Taniwel juga mengeluhkan soal infrastruktur jalan.

Mereka meminta kepada legislator asal Partai Demokrat itu untuk dibuatkan jalan khusus lingkungan atau desa, kendati saat ini ruas jalan nasional sudah tersedia dan baik.

Menurut Rotasouw, masyarakat di sana sangat membutuhkan prasarana jalan, lantaran yang tersedia saat ini sudah rusak parah.

Dia menjelaskan, masyarakat di sana juga kesulitan mengangkut hasil hutan dan perkebunan menuju desa, lantaran terkendala kerusakan jalan.

Untuk itu, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku itu menjanjikan kepada mereka bahwa dirinya akan menunggu hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrembang) tingkat desa dan kecamatan. Hasil dari musrembang tersebut akan ditindaklanjuti ke kabupaten.

Selain itu, pihaknya sedang mengupayakan pembuatan jalan tani, agar masyarakat bisa mengangkut hasil hutan dan perkebunan dengan lancar. (RLA)

By admin