Ambon, Jendelakita.com – Sebanyak 34 siswa lanjut usia (lansia) di sekolah Bina Keluarga Lansia (BKL) Ceria Kota Ambon berhasil diwisuda pada Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan yang terselenggara berkat kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Tim Penggerak PKK Kota Ambon itu berlangsung di Hotel Marina, Ambon, dibuka oleh Wali Kota setempat, Bodewin Wattimena.
Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengurus warganya dari sejak dalam kandungan hingga lahir, bahkan sampai meninggal dunia.
“Pemerintah memastikan jangan sampai anak lahir dalam kondisi stunting, mencatat kelahiran mereka dalam dokumen negara, memastikan akses pendidikan, lapangan kerja, hingga pelayanan sosial. Ketika warga memasuki usia lanjut, pemerintah tetap hadir memastikan mereka hidup bersemangat, bahagia, tidak terbebani, dan tidak menjadi beban bagi keluarganya,” kata Bodewin Wattimena.
Menurut dia, sebagian orang beranggapan bahwa kegiatan seperti sekolah lansia adalah hal sepele. Bahkan dipersepsikan sebagai pemborosan anggaran. Namun, di situlah letak nilai kemanusiaan dan tanggung jawab negara.
“Ini bukan kegiatan yang tidak penting. Ini bentuk penghormatan dan kepedulian kita kepada orang tua yang telah mengorbankan hidupnya membesarkan generasi hari ini,” ujarnya.
Dia mengingatkan agar keluarga dan masyarakat tidak menganggap lansia sebagai beban.
Dikatakan, saat ini terjadi fenomena sosial di mana para lansia sering diperlakukan buruk, diabaikan bahkan disiksa. Mereka dianggap sebagai kelompok yang tidak produktif. Padahal sepanjang hidupnya, mereka adalah orang tua yang memberikan segala yang terbaik untuk anak-anaknya.
“Tidak ada orang tua yang membiarkan anaknya lapar atau terlantar. Mereka memberikan yang terbaik sepanjang hidup. Maka di hari tua, mereka pantas mendapatkan kebahagiaan, perhatian, dan penghormatan,” ucap Wattimena.
Dia memandang sekolah BLK Ceria bukan sekedar tempat belajar, melainkan ruang untuk berbagi, bersosialisasi dan membangkitkan kembali semangat hidup para lansia.
“Saya berharap, para opa dan oma yang telah diwisuda dapat menjadi teladan, penyemangat, dan ‘sombar’ bagi anak cucu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Wisuda sekolah BKL Ceria, Juliana W. Patty, mengungkapkan, jumlah lansia yang meningkat merupakan indikator naiknya angka harapan hidup. Namun dibarengi dengan gangguan kesehatan, psikologis dan sosial ekonomi .
Dia menyampaikan, para lansia sebagian besar dilanda rasa kesepian dan perasaan tidak berguna.
“Karena itu, sekolah lansia hadir sebagai pendidikan non formal untuk meningkatkan kualitas hidup lansia secara fisik, mental, sosial, dan spiritual,” ucap Juliana W. Patty.
Kepala DPPKB Kota Ambon itu menjelaskan, jumlah siswa di lembaga pendidikan non formal BKL Ceria yang berdiri sejak 2018 lalu itu mulanya sebanyak 35 orang.
Dalam perjalanannya, hanya 34 siswa yang aktif, sehingga lulus dan diwisuda pada hari ini. Wisuda tersebut merupakan gelombang kedua lulusan BKL Ceria.
Sekolah tersebut mengusung konsep belajar mencakup dimensi spiritual, fisik, sosial, intelektual, lingkungan, hobi, dan vokasional.
Para siswa mendapat materi belajar tentang nutrisi, manajemen stres, olahraga ringan, keterampilan vokasional, dan penguatan sosial spiritual.
Para pengajar di lembaga tersebut berasal dari OPD teknis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPPKB dan Universitas Pattimura Ambon. (RLA)






