Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta menyampaikan sambutan pada acara pergantian atap baileo Negeri Halong Kecamatan Baguala, Selasa (12/8/2025)
Ambon, Jendelakita.com – Masyarakat adat Negeri Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, mengganti atap Baileo Samasuru Amakeu, Selasa (12/8/2025), lantaran kondisinya telah rusak dimakan usia.
Proses penggantian atap Baileo berdaun rumbia itu dilaksanakan dengan tata cara adat istiadat masyarakat setempat, dibantu oleh masyarakat Negeri Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang adalah gandong mereka. Gandong merupakan ikatan kekerabatan antar kampung di Maluku yang berasal dari satu leluhur.
Sama seperti kebanyakan baileo di Maluku, atap Baileo Samasuru Amakeu Negeri Halong masih mempertahankan ciri khasnya menggunakan atap rumbia (Metroxylon sagu). Atap penutup dari anyaman daun sagu itu terakhir kali diganti pada 2018.
Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon Ely Toisuta dalam sambutannya mengatakan merawat baileo menjadi simbol pelestarian budaya dan merefleksikan persatuan dan persaudaraan masyarakat adat.
“Menjaga dan merawat Baileo sama artinya dengan menjaga jati diri dan marwah negeri adat. Pergantian atap ini merefleksikan semangat kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan melestarikan warisan leluhur,” katanya.
Toisuta mengapresiasi semangat kerja sama masyarakat adat Negeri Halong dan Hitu Lama yang bergotong royong untuk menyelesaikan proses pembongkaran dan penggantian atap Baileo Samasuru Amakeu.
“Semangat kerja sama ini adalah kekuatan sejati orang basudara dalam bingkai pela dan gandong,” ujarnya.
Upacara penggantian atap Baileo Samasuru Amakeu diawali dengan pemukulan tifa oleh Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta, diiringi tiupan kulit kerang yang dalam istilah setempat disebut dengan tahuri oleh tokoh adat Negeri Halong.
Selain wakil wali kota, acara adat itu juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Ambon Moritz Tamaela, kapolsek Baguala, raja dan masyarakat Negeri Hitu Lama, raja Negeri Batu Merah, sejumlah tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat, serta para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon.
Raja Negeri Halong Stella Geertruida Tupenalay menyatakan kehadiran masyarakat Negeri Hitu Lama dalam proses penggantian atap Baileo Samasuru Amakeu membuktikan kuatnya ikatan Pela Manuei yang diwariskan leluhur mereka.
Ia berharap ikatan kekeluargaan antara Negeri Halong dan Hitu Lama yang masyarakatnya berbeda agama, bisa terus harmonis dan terjaga.
“Semoga ikatan ini tetap terjaga hingga masa depan,” ucap Stella.
Sekretaris Negeri Halong Helena A.B Sudrahitu yang ditemui usai upacara adat menyampaikan, atap rumbia harusnya disediakan oleh Negeri Hitu. Namun karena musim penghujan, bahan atap tidak bisa didapatkan, sehingga atap disediakan sendiri oleh masyarakat Halong, dan pemasangan atap di baileo dilakukan oleh masyarakat Hitu Lama.
Wujud dari ikatan dan semangat kekerabatan antara masyarakat Halong dan Hitu Lama, menurut dia, tidak hanya saat penggantian atap Baileo Samasuru Amakeu, tapi juga berbagai kegiatan adat dan hari-hari besar keagamaan
“Kami selalu terlibat satu sama lain, baik saat Natal maupun lebaran. Hubungan ini harus dijaga hingga anak cucu demi masa depan yang lebih baik,” imbuh Helena. (**)






