Gerakan tanam gadihu, yang dipusatkan di jalan AY Patty, Ambon Jum’at (24/07/2026). Pemerintah Kota Ambon bersama Tim Penggerak PKK setempat memprakarsai gerakan penghijauan ini sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT Kota Ambon ke-451, yang diperingati setiap 7 September


Ambon, Jendelakita.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon tidak hanya diwarnai dengan rangkaian kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Salah satunya adalah gerakan penghijauan melalui penanaman anakan pohon gadihu yang diprakarsai Pemerintah Kota Ambon bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon, sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena terlibat langsung dalam aksi penanaman Gadihu, Jum’at (24/07/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang ruas Jalan AY Patty itu menjadi salah satu simbol kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem perkotaan.

Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, bersama Wali Kota Ambon, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN, serta berbagai elemen masyarakat turun langsung melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-451 Kota Ambon.

Aksi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga mencerminkan arah pembangunan Kota Ambon yang semakin menempatkan aspek lingkungan sebagai salah satu prioritas penting.

Penambahan ruang terbuka hijau dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, meningkatnya suhu perkotaan, serta menjaga kualitas udara dan keseimbangan lingkungan hidup.

Dalam kesempatan itu, Lisa Wattimena menegaskan bahwa gerakan menanam pohon harus menjadi budaya yang terus dipelihara oleh seluruh masyarakat.

Menurut dia, setiap pohon yang ditanam merupakan investasi ekologis yang manfaatnya akan dirasakan tidak hanya oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

“Penanaman anakan pohon gadihu ini bukan hanya untuk menyambut HUT ke-451 Kota Ambon, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mewariskan lingkungan yang baik bagi generasi mendatang,” kata Lisa.

Ia menjelaskan, keberhasilan program penghijauan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat agar gerakan tersebut berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dikatakan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, keterlibatan dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelaku usaha, hingga setiap keluarga menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, sehat, dan nyaman.

Lisa menilai, pohon memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat.

Selain menghasilkan oksigen, pohon juga berfungsi menyerap emisi karbon, menurunkan suhu udara, mengurangi risiko banjir melalui peningkatan daya resap air, serta menciptakan ruang publik yang lebih teduh dan nyaman bagi warga.

Ia berharap momentum HUT ke-451 Kota Ambon menjadi awal lahirnya gerakan penghijauan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Kesadaran masyarakat untuk menanam, menjaga, dan merawat pohon diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Lisa mengajak masyarakat menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Ia mengatakan, semakin banyak ruang hijau yang tercipta, semakin besar pula manfaat yang akan diperoleh masyarakat, baik dari sisi kesehatan, kenyamanan, maupun keberlanjutan lingkungan.

“Ambon tidak hanya harus dikenal sebagai Kota Musik Dunia, tetapi juga sebagai kota yang hijau, bersih, sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh masyarakat memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat Ambon harus terus dipelihara dalam setiap upaya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.

Gerakan penghijauan yang dilaksanakan TP PKK Kota Ambon sekaligus mempertegas dukungan terhadap berbagai program pelestarian lingkungan yang terus dijalankan Pemerintah Kota Ambon.

Penanaman pohon tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperluas ruang terbuka hijau yang mampu meningkatkan kualitas ekosistem perkotaan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat.

Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar gerakan penghijauan tidak berhenti pada satu momentum peringatan hari jadi kota, melainkan terus tumbuh menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, serta masyarakat, cita-cita menjadikan Ambon sebagai kota yang hijau, asri, bersih, sehat, dan berkelanjutan diyakini dapat diwujudkan secara bertahap.

By admin