Walikota Ambon, Bodewin Wattimena saat menyampaikan paparan dalam  Seminar Nasional di Unpatti Senin (14/4/2025).


 

Ambon, Jendelakita.com– Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena didapuk menjadi salah satu keynote speaker atau pembicara utama dalam seminar nasional yang digelar Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti), Senin (14/4/2025).

Bodewin Wattimena menyampaikan materi berjudul “Membangun Sinergitas Fakultas Teknik dan Pemerintah Daerah dalam menunjang Pembangunan” secara daring. Orang nomor satu di Kota Ambon itu didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, sekaligus Pelaksana Tugas(Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Ronald Lekransy.

Dalam paparannya, Wattimena menegaskan tentang pentingnya sinergitas lembaga perguruan tinggi dan pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan daerah, yang semuanya akan berorientasi pada kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam kaitan dengan tema inovasi teknologi, menurut saya aspek ini penting karena menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi dan juga pemerintah daerah. Aspek ini juga mendukung cita-cita negara sebagaimana misi keempat Asta Cita bapak Presiden yaitu Memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan,” kata Wattimena.

mantan Sekretaris DPRD Provinsi Maluku itu juga menjelaskan soal Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Ambon yang terus bertumbuh positif.

Dijelaskan, pada 2024, IPM di Kota Ambon berada di angka  83,37, di mana aspek pendidikan bukan hanya menjadi komponen yang penting dalam penghitungan IPM, tetapi juga berfungsi sebagai pendorong peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Karena itu, investasi dalam bidang pendidikan sangat diperlukan untuk mendorong pembangunan manusia,” ujar Wattimena.

“Pemerintah Kota Ambon dalam melaksanakan pelayanan dasar khususnya di bidang pendidikan, memerlukan dukungan dari Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan Perguruan Tinggi dapat mengoptimalkan perannya terhadap pembangunan di daerah melalui pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Dikatakan, berdasarkan visi Kota Ambon 2025 – 2029, untuk mewujudkan Ambon Manise yang inklusif, toleran dan berkelanjutan, diusunglah 17 program prioritas.

Didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, sekaligus Pelaksana Tugas(Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Ronald Lekransy. 

Dalam 17 Program Prioritas yang diusung Walikota dan Walikota Ambon periode 2025 – 2030 itu, salah satunya adalah melanjutkan pengembangan Ambon kita cerdas (Ambon Smart City).

Wattimena berharap, kolaborasi itu akan meningkatkan indeks smart city Kota Ambon yang terus menunjukkan kenaikan pada 2024 di angka 3,1, di mana pada 2023 berada di angka 2,87.

Mantan Penjabat Walikota Ambon dua periode itu juga menjelaskan soal inovasi teknologi.

Dijelaskan, ke depan pemanfaatan teknologi akan diarahkan pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, di mana pemilahan sampah otomatis dengan teknologi canggih dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kontaminasi sampah. Selain itu, mendukung proses daur ulang yang lebih efektif.

Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) diperlukan dalam mengurangi resiko bencana, Teknologi Smart Fishing untuk meningkatkan produktivitas nelayan skala kecil, serta adopsi riset teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui inovasi benih.

Wattimena lantas mengajak semua pihak untuk bersama-sama, bersinergi dalam membangun Kota Ambon ke depan.

“Mari bersama kita bersinergi dalam pembangunan di daerah ini untuk mewujudkan Kota Ambon Manise yang inklusif, toleran dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Seminar yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-55 Fakultas Teknik Unpatti Ambon itu mengusung tema, “Inovasi Teknologi Menyongsong Indonesia Emas 2045”.

Selain Walikota Ambon, Prof. Femiana Gapsari dari Universitas Brawijaya dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Pattimura, Dr. Pieter Th. Berhitu juga dihadirkan sebagai keynote speaker.

(MCAMBON / RR)

By admin