Anggota DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu
Ambon, Jendelakita com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Halimun Saulatu, menyoroti persoalan pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), di mana banyak anak SMA dari keluarga kurang mampu yang ingin kuliah, tapi terkendala biaya.
Hal itu ia temukan saat reses di dapilnya, Maluku Tengah. Aspirasi itu ia sampaikan di Gedung DPRD Maluku, Ambon, Rabu (16/9/2026).
Menurut politisi Demokrat ini, Pemkab Maluku Tengah dan Pemprov Maluku perlu turun tangan, agar anak-anak tersebut tidak putus sekolah hanya karena faktor ekonomi.
“Anak-anak SMA, terutama yang kurang mampu, untuk melanjutkan ke perguruan tinggi itu banyak. Mereka minta kalau boleh pemerintah daerah Maluku Tengah maupun Pemerintah Provinsi juga memperhatikan nasib mereka yang kurang mampu,” ucap Halimun.
Ia menilai, program pendidikan yang ada sekarang belum cukup, jika hanya berhenti di tingkat SMA. Harus ada kelanjutan sampai ke perguruan tinggi, termasuk lewat skema beasiswa dan pendampingan, juga yang berkaitan dengan program Sekolah Rakyat.
Ia juga mendorong koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pendataan siswa kurang mampu lebih cepat dan bantuan bisa tepat sasaran, termasuk untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan.
“Yang paling penting itu soal nasib anak-anak. Karena kadang kita bicara tentang generasi, tetapi hanya karena satu orang anak tidak mampu, pendidikannya tidak bisa dilanjutkan. Itu yang miris,” katanya.
Menurut dia, pemerintah perlu punya mekanisme pendataan yang jelas, agar anak kurang mampu yang mau kuliah tidak kehilangan kesempatan.
“Kalau ada anak-anak yang kurang mampu, terutama yang mau kuliah, harus ada perhatian. Baik beasiswa maupun proses pendampingannya. Itu yang paling penting,” tegasnya.
Ia berharap aspirasi dari Maluku Tengah ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam kebijakan pendidikan ke depan.






