Pemberian bingkisan tali kasih dari DWP kota Ambon kepada para siswa SLB Liliani I, Jumat (14/11/2025). Kunjungan ke SLB merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari perayaan HUT ke-26 DWP, yang jatuh pada 7 Desember 2025. Selain ke SLB Liliani I, kunjungan juga dilakukan ke SLB Batumerah.
Ambon, Jendelakita.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon mengunjungi beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah itu, Jumat (14/11/2025) untuk memberi bingkisan tali kasih, sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang terlahir istimewa.
Menurut Ketua DWP Kota Ambon, Sartje Sapulette, kunjungannya yang dilakukan ke SLB Liliani I dan SLB Batumerah itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-26, yang diperingati setiap tanggal 7 Desember.
Kepada para guru dan siswa SLB, Sapulette menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya atas penerimaan terhadap kehadiran mereka di tempat itu.
“Terima kasih karena sudah menerima kami di sini. Kami merasa sangat sukacita hadir dalam rangka menyongsong HUT Dharma Wanita ke-26. Kami memilih dua SLB ini untuk berbagi kasih dan kebahagiaan,” kata Sartje Sapulette.
Dia memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang dengan penuh kesabaran dan dedikasi mendidik anak-anak yang terlahir istimewa.
“Bapak ibu guru di sini memiliki kemampuan ekstra. Mengajar anak-anak luar biasa membutuhkan kesabaran luar biasa pula. Kami sangat bangga,” ujarnya.
Sedangkan kepada para siswa, Sapulette berpesan agar selalu percaya diri dan tidak merasa minder.
“Kalau orang lain bisa, kalian juga bisa. Kemampuan adik-adik sangat luar biasa. Ibu bangga sekali dengan kalian,” imbuhnya.
Kepala Sekolah SLB Liliani I, Roni Nunuwela, menyampaikan, kunjungan DWP kota Ambon ke lembaga yang dia pimpin merupakan satu hal yang luar biasa.
“Bagi kami ini kunjungan yang sangat luar biasa. Kami tidak menyangka bahwa DWP Kota Ambon memiliki kepedulian besar bagi anak-anak kami,” kata Nunuwela.
Dia berharap, ke depan, kunjungan tersebut dapat terus dilakukan, terutama jika berkaitan dengan program-program khusus yang dapat mendukung kegiatan sekolah.
“Walaupun pemberian bingkisan ini sederhana, tetapi bagi anak-anak sangat bermakna. Mereka merasa bahagia, dan itu yang terpenting,” ucapnya.
Dia lantas menceritakan soal prestasi dari para siswa Liliani I. Dikatakan, mereka beberapa kali menjuarai lomba pantomim, melukis, hingga keterampilan kreasi barang bekas di tingkat provinsi.
Dia berharap, pemerintah daerah bisa lebih memberikan perhatian kepada anak-anak penyandang disabilitas, agar bisa bersaing di tingkat nasional.
“Pengembangan minat dan bakat harus menjadi perhatian pemerintah kota maupun provinsi. Hal ini penting agar potensi mereka bisa terus berkembang,” tandasnya.
Saat ini, jumlah siswa di SLB Liliani I sebanyak 75 orang, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Para siswa tersebut sangat membutuhkan perhatian ekstra dari pemerintah untuk pengembangan potensi diri dan bakat yang dimiliki (RLA)






