Kepala Dinkes Kota Ambon drg Wendy Pelupessy
Ambon, Jendelakita.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon meningkatkan deteksi dini HIV dengan menjangkau langsung kelompok berisiko tinggi, guna bisa melacak para pengidap sehingga bisa segera dirujuk untuk mendapatkan terapi antiretoviral (ARV) sebelum virus berkembang menjadi Aids.
“Deteksi dini atau tracking agar penderita HIV bisa segera mendapatkan penanganan yang memadai dan mengakses ARV secara rutin untuk mencegah perkembangan penyakit menjadi Aids,” kata Kepala Dinkes Kota Ambon drg Wendy Pelupessy kepada wartawan, Jumat (10/1/2025).
Ia mengatakan kendati HIV/Aids belum bisa disembuhkan, terapi ARV secara konsisten, bisa menekan laju pertumbuhan virus di dalam tubuh, sehingga penderita dapat terhindar dari risiko kematian.
Karena itu, deteksi dini HIV dilakukan dengan layanan kesehatan optimal, yakni pemeriksaan langsung di lapangan dan penyediaan terapi ARV.
“Strategi pengendalian HIV/Aids ini sejalan dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di fasilitas kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar,” ujarnya.
Sedikitnya ada 5.362 penderita HIV/Aids yang teridentifikasi hingga September 2024. Angka tersebut menjadikan Ambon sebagai wilayah dengan jumlah kasus penularan HIV/Aids tertinggi di antara 11 kabupaten/kota di Maluku.
Menurut Wendy, meningkatnya jumlah kasus HIV/Aids sebagian besar disebabkan oleh perilaku seks bebas dan hubungan seksual berisiko, termasuk pada kelompok lelaki suka lelaki (LSL).
Faktor lainnya adalah rendahnya partisipasi terapi ARV, resistensi obat, juga stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap penderita akibat kurangnya pemahaman tentang HIV dan Aids.
Oleh sebab itu, selain deteksi dini, Dinkes juga meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang penularan HIV/Aids.
“Masyarakat harus menjaga diri dari perilaku berisiko. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Mari bersama-sama mendukung upaya pencegahan HIV/Aids,” ucap Wendy.






