Maluku Tengah, Jendelakita.com – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali le, mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, membuka Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (30/5/2026) itu diselenggarakan di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan pasca-perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sadali Ie menyampaikan permohonan maaf lantaran Tidka dapat hadir, karena bertepatan dengan agenda kedinasan yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Namun, Gubernur menitipkan salam hormat kepada seluruh masyarakat Dusun Telaga Kodok dan mengapresiasi pelaksanaan festival yang terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku.
Gubernur menegaskan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar agenda budaya dan wisata, melainkan simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur Maluku.
“Festival Ketupat merupakan bagian dari suka cita masyarakat, pasca-perayaan Idul Adha, yang bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Lebih dari itu, festival ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh para leluhur di Maluku,” demikian kutipan sambutan Gubernur yang dibacakan Sadali.
Mengusung tema “Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Keluarga dalam Bingkai Hidup Orang Basudara: Satu Ketupat, Seribu Cerita”, festival ini dinilai mencerminkan karakter masyarakat Maluku yang terbuka, ramah, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa memandang perbedaan.
Di balik tradisi ketupat yang diwariskan dari generasi ke generasi, terkandung nilai-nilai luhur seperti toleransi, gotong royong, solidaritas sosial, dan persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Maluku.
Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 juga menjadi momentum istimewa, karena merupakan pelaksanaan kelima kalinya sejak digelar pada 2022 lalu.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, festival ini terus berkembang dan mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Berawal dari inisiatif masyarakat untuk melestarikan tradisi pasca-Idul Adha serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan, Festival Ketupat kini telah menjadi agenda yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya lokal dan potensi pariwisata di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Konsistensi pelaksanaan festival dari tahun ke tahun menunjukkan komitmen masyarakat Dusun Telaga Kodok dalam menjaga warisan budaya leluhur, sekaligus memperkenalkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda dan para pengunjung yang datang ke Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Telaga Kodok, pemerintah negeri, para raja, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, panitia penyelenggara, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Ketupat Tahun 2026.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, festival ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap, Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara.
“Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita dalam membangun Maluku yang maju, inklusif, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Sadali saat membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, serta menanamkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda, agar warisan luhur para leluhur tetap hidup dan terjaga sepanjang masa.
Usai membacakan sambutan Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Nita Bin Umar, Raja Negeri Hitu Lama, Raja Negeri Hitumesing, serta Ketua Panitia Festival Ketupat, melakukan pemukulan tifa secara bersama-sama sebagai tanda resmi dibukanya Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026.
Setelah prosesi pembukaan, Sekretaris Daerah bersama Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, serta Raja Negeri Hitu Lama dan Raja Negeri Hitumesing, meninjau stand-stand festival dan menikmati hidangan ketupat serta aneka sajian ikan yang telah disiapkan oleh panitia dan masyarakat setempat.
Penyelenggaraan festival tahun ini mencatat peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 48 stan disiapkan dengan total 40.552 ketupat yang disajikan kepada pengunjung, meningkat dari sekitar 39 ribu ketupat pada festival tahun lalu.
Kegiatan itu turut dihadiri Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Zahlul Ikhsan, anggota DPRD Maluku Tengah, Dian Ruhunussa, serta Raja Negeri Hitu Lama dan Raja Negeri Hitu Mesing (Diskominfo Maluku)






