Ambon, Jendelakita.com – Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya membenahi sistem transportasi dan persoalan kemacetan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), berbagai strategi penataan lalu lintas terus dijalankan sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih tertib, aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa pengembangan sektor transportasi dan pengaturan lalu lintas menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pengembangan sektor transportasi dan pengaturan lalu lintas merupakan salah satu prioritas kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kota serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Bodewin kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin, (5/01/2026)
Menurut dia, persoalan kemacetan dan ketidakteraturan lalu lintas tidak dapat dianggap sebagai masalah sederhana.
Pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun, ditambah tingginya mobilitas masyarakat di kawasan pusat perdagangan, pendidikan, dan jasa, menuntut pemerintah mengambil langkah yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemkot Ambon melalui Dishub terus melakukan berbagai pembenahan infrastruktur dan sistem pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis kota.
Salah satu langkah utama yang dilakukan ialah pemeliharaan infrastruktur lalu lintas, khususnya perbaikan dan penyesuaian lampu lalu lintas pada 12 ruas jalan utama yang selama ini menjadi titik keramaian dan rawan kemacetan.
Pemeliharaan tersebut meliputi pemeriksaan kelengkapan perangkat, penggantian komponen yang mengalami kerusakan, hingga penyesuaian durasi lampu lalu lintas sesuai kondisi arus kendaraan harian di lapangan.
“Dengan lampu lalu lintas yang berfungsi optimal, kami berharap risiko kecelakaan dapat ditekan dan arus kendaraan menjadi lebih lancar, terutama pada jam-jam sibuk,” ujarnya.
Selain fokus pada pengaturan arus kendaraan, Pemkot Ambon juga melakukan penataan ulang kawasan Terminal Mardika sebagai salah satu pusat transportasi darat utama di Kota Ambon.
Penataan terminal tersebut mencakup pengaturan zona parkir kendaraan umum dan kendaraan pribadi, perbaikan fasilitas ruang tunggu penumpang, pemasangan rambu petunjuk, hingga peningkatan aspek kebersihan dan keamanan kawasan terminal.
“Terminal Mardika merupakan gerbang utama bagi masyarakat yang menggunakan transportasi darat. Penataan ini dilakukan agar pengguna jasa merasa lebih nyaman dan aman,” kata Bodewin.
Ia menegaskan, penataan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kelancaran kendaraan di jalan raya, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kenyamanan pengguna transportasi, dan citra Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku.
Untuk itu, Dishub diminta terus memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian serta instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan, terutama terhadap kendaraan yang parkir sembarangan maupun aktivitas yang memicu kemacetan di ruas jalan utama.
Sepanjang tahun 2025, Dishub Kota Ambon disebut telah menjalankan berbagai langkah strategis, mulai dari rekayasa lalu lintas di titik rawan macet, evaluasi jalur angkutan umum, penataan parkir di badan jalan, hingga pengawasan terhadap kendaraan umum dan kendaraan pribadi yang melanggar aturan.
Pemkot juga mendorong optimalisasi fasilitas pendukung seperti pemasangan marka jalan, rambu lalu lintas, lampu pengatur jalan, serta fasilitas penyeberangan guna meningkatkan keamanan pengguna jalan.
“Kami akan terus mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan dan mengidentifikasi area yang masih membutuhkan perbaikan. Dukungan masyarakat juga sangat penting bagi keberhasilan penataan lalu lintas ini,” ujarnya.
Pemerintah Kota Ambon melalui Dishub berencana mengembangkan sistem informasi lalu lintas yang lebih modern dan terintegrasi guna mempermudah pengawasan serta pengendalian arus kendaraan di kawasan perkotaan.
Selain itu, peningkatan aksesibilitas transportasi umum juga menjadi perhatian pemerintah sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan pribadi yang terus meningkat setiap tahun.
Dengan strategi penataan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Pemkot Ambon optimistis pembenahan sistem lalu lintas dapat berjalan lebih efektif dan memberi dampak nyata bagi kenyamanan aktivitas masyarakat serta perkembangan ekonomi kota di masa mendatang.






