Kepala BPJN Maluku, Yana Astuti (jilbab putih) diapit para Kepala Satker (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) saat memberikan keterangan pers di sela-sela peringatan hari bakti PU ke-80 di Ambon, Rabu (3/12/2025). Dari kiri Kasatker PJN III David Samosir, Kasatker PJN II Toce Leuwol, Kepala BPJN Maluku, Yana Astuti, Kasatker PJN I Abdul Hamid Payapo


Ambon, Jendelakita.com – Empat kabupaten di Maluku yang masuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yakni Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya (MBD), Maluku Tenggara (Malra) dan Kepulauan Aru mendapat bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) berupa pembangunan infrastruktur jalan dan Jembatan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Yana Astuti, kepada pers di Ambon, Rabu (3/12/2025) mengatakan, progam IJD bertujuan untuk memeratakan pembangunan nasional sampai ke daerah terpencil dan pulau terluar.

“Dengan Inpres Jalan Daerah ini kami sudah tentukan pembangunan, khususnya di wilayah pulau terluar, yang mana untuk Maluku 3T banyak terdapat di pulau Yamdena (Tanimbar), Kei Kecil dan Kei Besar (Malra), Wetar (MBD) dan Kepulauan Aru,” kata Yana Astuti di sela-sela perayaan Hari Bakti PU ke-80 di bawah Jembatan Merah Putih, Ambon.

Dia memastikan, pihaknya akan terus membangun Maluku demi pemerataan perekonomian dan pembangunan, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia lantas mengajak seluruh kepala daerah untuk memanfaatkan program IJD tersebut untuk berkontribusi bagi pembangunan di wilayahnya. Caranya dengan berkoordinasi dengan Kementerian PU.

“Dengan adanya program Inpres Jalan Daerah, kami mengajak seluruh kepala daerah untuk bisa berkontribusi dan tentunya berkoordinasi dengan kami pemerintah pusat,” ucapnya.

Menurut dia, beberapa kepala daerah telah menjalin komunikasi yang baik dengannya terkait pemanfaatan program IJD tersebut.
Mereka adalah Bupati MBD Benyamin Thomas Noach, Bupati Malra M. Thaher Hanubun, dan Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa.

“Kami sampaikan bahwa dengan program IJD ini kami menyambut baik usulan-usulan yang disampaikan kepada kami terkait infrastruktur jalan dan jembatan. Dari usulan-usulan yang mereka berikan ke kami itu nanti akan kita proses tentunya, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dan juga menyesuaikan dengan anggaran,” terangnya.

Dikatakan, untuk tahun ini sudah terwujud beberapa pembangunan di daerah terluar seperti halnya untuk paket objektur Batu Goyang, terus IJD di Selaru – Saumlaki dan Kei Besar .

“Tentunya ini merupakan wujud nyata di mana Kementerian PU membangun daerah sampai lini terkecil,” ujarnya.

Dia menambahkan, semua proyek itu ditargetkan selesai dalam tiga tahun.

Program IJD didisain untuk memperbaiki dan membangun jalan daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota menggunakan dana APBN. Tujuannya, meningkatkan konektivitas, mempercepat pembangunan ekonomi, mendukung ketahanan pangan dan energi, serta mengurangi kesenjangan infrastruktur antarwilayah. (Eny)

By admin