Pj Wali Kota Ambon Dominggus Kaya meresmikan gedung baru Puskesmas Air Salobar, Jumat (14/2/2025)
Ambon, Jendelakita.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Ambon Dominggus Kaya meresmikan gedung baru Puskesmas Air Salobar, Jumat (14/2/2025), dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Ada enam urusan wajib pelayanan dasar, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat serta sosial, namun ujung tombaknya ada pada pendidikan dan kesehatan,” kata Dominggus Kaya dalam sambutannya.
Ia mengatakan, sebagai penjabat wali kota, dirinya telah mengunjungi 22 puskesmas yang tersebar di Kota Ambon untuk memantau layanan dasar masyarakat di fasilitas kesehatan.
Saat berkunjung ke Puskesmas Air Salobar, para petugas kesehatan setempat menyampaikan keluhan mereka terkait kondisi gedung yang bocor dan lainnya, agar diperbaiki sehingga proses pelayanan medis dapat berjalan maksimal.
“Waktu ke Puskesmas Air Salobar ini memang ada beberapa keluhan yang disampaikan terkait kondisi gedung yang bocor dan lainnya, sehingga sangat layak untuk ada gedung baru ini,” ucap Dominggus.
Senada dengan Pj Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ambon drg Wendy Pelupessy menyebutkan Puskesmas Air Salobar dalam sehari bisa melayani sedikitnya 80 pasien yang datang berobat, meski selama ini gedungnya jauh dari standar Integrasi Layanan Primer (ILP) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Banyaknya pasien tidak sebanding dengan kapasitas gedung puskesmas yang kecil, akibatnya para pengunjung harus berdesak-desakan saat antri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Adanya gedung baru, menurut Wendy, selain membuat masyarakat bisa berobat dengan lebih nyaman, juga berdampak positif terhadap pelaksanaan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto, yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“CKG membutuhkan ruangan-ruangan yang repsentatif, sehingga bersyukur ada gedung baru ini,” imbuhnya (**)






