Ambon, Jendelakita.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mendapat dana hibah sebesar Rp 1,786 miliar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membiayai delapan kegiatan dalam program kampus merdeka.

“Awalnya kita mengajukan Rp 1,9 miliar. Tapi setelah dikoreksi, kita berhasil mendapat hibah Rp 1,786 miliar,” kata Ketua Jurusan Manajemen FEB Unpatti Ambon, Dr. Conchita Valentina Latupapua.

Delapan aktivitas yang dibiayai Kemendikbudristek dalam program kompetisi kampus merdeka FEB Unpatti Ambon yakni pertama, praktisi mengajar, dan kedua, kompetisi wirausaha. Keduanya dilaksanakan dalam September 2024.

Ketiga, mendatangkan dosen tamu dari La Trobe University, Australia (November). Keempat, praktisi magang, yakni mengirimkan 30 mahasiswa untuk magang di Kota Ambon.

Kelima, mengikutkan 40 orang dalam pertukaran mahasiswa di lima universitas negeri di Jakarta, Surabaya dan Malang. Kelima universitas itu yakni Universitas Jakarta, Esa Unggul Jakarta, Universitas Surabaya, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Malang.

Keenam, intensif dosen, di mana lima orang dosen akan dikirim ke Esa Unggul Jakarta untuk belajar terkait pengembangan wirausaha, agar dapat membekali mahasiswa baik di kampus maupun setelah lulus.

“Jadi semuanya berkaitan dengan visi misi yang diemban oleh jurusan yaitu, membangun karakter wirausaha. Jadi seperti yang sudah disampaikan bahwa jangan terpikir untuk jadi PNS, tapi bisa menciptakan lapangan kerja,” ungkap Latupapua.

Ketujuh, 12 dosen ikut sertifikasi kompetensi di Jakarta pada 15 – 22 Juli 2024 lalu. Kedelapan, pengembangan laboratorium.

“Jadi, saat ini di jurusan ada 22 perangkat yang sudah siap untuk digunakan mahasiswa untuk praktek di laboratorium. Itu delapan aktivitasnya,” jelas Latupapua.

Terkait praktisi mengajar, kegiatan itu akan dilaksanakan mulai besok, 5 September 2024, dengan menghadirkan pemateri antara lain Yogi dari PT Astra Indonesia, Jakarta.

“Yang akan kita bahas besok dan lusa itu terkait dengan ekonomi, terkait dengan kewirausahaan mulai dari hulu sampai hilir. Beberapa inovasi baru, tata kelola perusahaan khususnya untuk strategi dan juga inovasi terbaru, serta bagaimana menumbuhkan minat-minat berusaha ke mahasiswa,” kata Yogi.

Dia berharap, melalui kegiatan praktisi kewirausahaan yang akan diajarkan kepada mahasiswa, mereka setelah lulus bukan hanya terpikir untuk mencari kerja, tapi juga membangun pekerjaan.

Sementara itu, inovasi terbaru yang bisa digarap oleh para mahasiswa salah satunya adalah memanfaatkan potensi-potensi unggulan yang ada desanya, untuk dikembangkan menjadi produk hasil pemberdayaan.

Yogi menjanjikan, pihaknya akan membantu dari segi akses pasar, baik skala nasional maupun internasional terhadap produk unggulan yang diciptakan oleh para mahasiswa itu.

“Kalau sudah bisa membangun desanya sendiri, nanti orang tidak perlu transmigrasi ke kota. Ada pemerataan di sana. Itu yang mau kita kembangkan. Itu goalnya,” pungkasnya.

Pewarta : Rosni Marasabessy
Editor     : Rosni Marasabessy

By admin