Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr. Ronald Lekransy, ST., M.Si,
Ambon, Jendelakita.com – Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat langkah menuju Ambon Smart City sebagai bagian dari program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025-2030.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr. Ronald Lekransy, ST., M.Si, saat memaparkan implementasi Ambon Smart City dalam kegiatan Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon itu dihadiri para asesor dari Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta unsur profesional.
“Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat fondasi program Kota Cerdas. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Ambon Smart City,” kata Ronald Lekransy.
Menurut dia, perda tersebut menjadi landasan hukum agar penyelenggaraan Smart City di daerah dapat berjalan secara berkesinambungan, terarah, terpadu, sistematis, dan tepat sasaran.
“Perda ini sangat penting sebagai pijakan agar penyelenggaraan Ambon Smart City tidak berhenti pada program tahunan, tetapi terus berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” jelasnya.
Lekransy juga memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 45 program dalam Master Plan Ambon Smart City. Dari jumlah tersebut, 32 program berhasil direalisasikan, termasuk enam program tambahan di luar dokumen master plan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Smart City di Ambon tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, melainkan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dukungan kemitraan dengan masyarakat.
“Enam dimensi Smart City yang menjadi indikator penilaian asesor, yakni Smart Governance, Smart Branding, Smart Living, Smart Economy, Smart Society, dan Smart Environment, semuanya melibatkan peran OPD dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lekransy juga menguraikan sejumlah inovasi strategis yang menjadi unggulan Pemerintah Kota Ambon pada tahun 2025. Di antaranya Call Center 112 sebagai nomor panggilan darurat, program WAJAR dan Kaluar Bacarita sebagai sarana komunikasi rakyat, serta inovasi pengelolaan sampah berbasis MRF dan RDF.
Dijelaskan, inovasi pengelolaan sampah berbasis MRF dan RDF diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang belum tertangani, tetapi juga berdampak ekonomis bagi daerah.
Di akhir paparannya, Lekransy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Ambon Smart City.
Ia juga mengapresiasi seluruh pimpinan OPD, staf, serta masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam menjalankan program Kota Cerdas.
Lekransy berharap, Pemerintah Kota Ambon terus konsisten memastikan program Smart City berjalan sesuai dinamika kebutuhan masyarakat, sehingga Ambon dapat menjadi kota yang modern, responsif, dan berkelanjutan.






