Aktivis asal Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Ibrahim Mony



Ambon, Jendelakita.com – Aktivis asal Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Ibrahim Mony, angkat bicara terkait isu yang menyebutkan adanya keberpihakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

Menurut Mony, tudingan tersebut tidak berdasar dan justru berpotensi memprovokasi kegaduhan di tengah masyarakat.

Pasca banjir besar yang melanda tujuh desa di Kecamatan Ambalau akibat curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir, Ibrahim menegaskan bahwa apa yang terjadi adalah bencana alam yang serius dan membutuhkan perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah, bukan malah dipolitisasi.

“Kita semua tahu, Kecamatan Ambalau berada di wilayah Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Ketika terjadi musibah seperti ini, maka sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan provinsi untuk hadir memberikan bantuan dan perlindungan kepada warganya,” kata Ibrahim Mony kepada media ini, Sabtu (5/7/2025).

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan oleh Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath beserta jajarannya dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel.

Bantuan itu diserahkan tanpa memandang latar belakang kultur atau suku mana pun, dan disaksikan langsung oleh berbagai pihak, termasuk stakeholder yang hadir di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.

Menanggapi pemberitaan di media online yang menyebut Gubernur Maluku bersikap tebang pilih dalam memberikan bantuan, Ibrahim Mony menyampaikan bahwa hal itu sebagai kekeliruan logika (fallacy) yang justru dapat memicu perpecahan.

“Berita yang dimuat Tribun Ambon dengan judul ‘Gubernur Tebang Pilih dalam Memberikan Bantuan Kemanusiaan’ adalah narasi menyesatkan. Ini bukan saatnya menyebarkan kegaduhan. Jangan kebiri niat baik Pemerintah Provinsi Maluku yang tulus membantu warga yang terdampak musibah,” tegasnya.

Menurut dia, bencana yang menimpa masyarakat Ambalau sangat serius dan harus disikapi dengan empati, bukan dengan narasi yang menyesatkan.

“Mari kita ciptakan narasi-narasi yang sejuk di tengah cuaca yang tidak menentu ini. Saya yakin, Pemerintah Provinsi Maluku memiliki kepedulian yang sama untuk seluruh wilayah di tanah pusaka Maluku,” tutupnya. (AlI)

By admin