Ambon, Jendelakita.com- Penurunan kemiskinan yang terjadi secara tajam di Maluku berdampak pada bergesernya posisi dalam deretan provinsi termiskin secara ekstrim.

Sekretaris Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Maluku, Dr. L. Ega, saat coffee morning bersama media di Ambon, Senin (11/12/2023) mengatakan, posisi Maluku sebagai provinsi termiskin keempat se-Indonesia itu didasarkan pada data pengeluaran.

Namun, berdasarkan kemiskinan ekstrim, Maluku menempati posisi kelima terbawah se-Indonesia.

“Pengeluaran secara reguler ini kita berada pada posisi keempat, tetapi jarak dengan provinsi lain sudah sangat kecil. Kemudian, kemiskinan ekstrim menurun secara drastis dan kita berada pada posisi lima terbawah,” ungkap Dr. L. Ega.

Menurut dia, hal itu menandakan bahwa orang miskin di Maluku telah berkembang sangat baik. Dampaknya, Maluku berhasil menempati posisi lima terbawah.

“Sebentar lagi (Maluku) akan menggeser posisi keempat secara menyeluruh (naik) ke posisi kelima. Artinya bahwa pemerintah memberi perhatian secara terus-menerus kepada orang yang sangat miskin,” ucapnya.

Dia menyampaikan, ke depan upaya pengentasan kemiskinan di Maluku akan difokuskan pada sektor pertanian dan perikanan.

“Yang paling bagus nanti ke depan yang kita akan dorong sektor pertanian dan perikanan, karena di situ 60 – 70 persen masyarakat hidup dengan mengandalkan lapangan kerja dari sektor tersebut,” ungkapnya.

Dia berharap, kondisi yang telah dicapai saat ini dapat dipelihara, ditingkatkan dan dilanjutkan.

Angka kemiskinan di Maluku pada Maret 2018 berada pada posisi 18,12 persen. Pada Maret 2019, angkanya turun menjadi 17 persen. Saat ini posisi kemiskinan di Maluku sudah berada pada 16,42 persen, berdasar data Maret 2023.

Menurut Dr Erly Leiwakabessy, rekan Ega di TGPP, kemiskinan Maluku terus bergerak turun. Penurunan itu melampaui beberapa provinsi lain.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan ekstrem terus menyusut dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Pada Maret 2023, tingkat kemiskinan Ekstrim menurun menjadi 1,12 persen dari 2,6 persen pada 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, pada Maret 2023, jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrim di bawah 1 persen sebanyak 18 provinsi, atau sekitar 53 persen dari total provinsi.

Sedangkan jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrim pada kisaran 1 persen hingga 5 persen ada 14 provinsi. Sementara, jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrim di atas 5 persen masih ada dua provinsi.

Hal itu disampaikan Adininggar Widyasanti pada November 2023 lalu dalam Rakornas dan Penyerahan Insentif Fiskal atas Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2023.

Adininggar Widyasanti mengatakan, Maluku dan Papua merupakan provinsi yang mengalami penurunan kemiskinan ekstrim yang sangat cepat yakni dari 10,92 persen menuju 7,67 persen pada Maret 2023.

Selanjutnya, Bali dan Nusa Tenggara, juga Gorontalo mengalami penurunan kemiskinan ekstrim tercepat dari 4,28 persen menjadi 2,44 persen. (RLA)

 

 

By admin