Wakil DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa, menerima keluhan warga saat reses di Gereja Bukit Sion, Kamis (3/9/2026)


Ambon , Jendelakita.com – Jalanan berlubang dan lampu jalan mati menjadi keluhan utama warga Lateri, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa, saat reses di Gereja Bukit Sion, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan reses masa sidang III 2026 itu digelar bersama Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Sion Jemaat Lateri.

Salah satu warga, Ibu Indah, menyampaikan keluhan masyarakat agar pemerintah segera perbaiki jalan raya Lateri yang sudah bergelombang. Selain itu lampu penerangan jalan juga minim.

“Ini bukan cuma soal nyaman. Kalau malam gelap dan jalan rusak, kami takut. Aktivitas warga jadi terganggu,” ujar Ibu Indah.

Selain infrastruktur, warga juga menyinggung fasilitas umum yang dinilai perlu perbaikan.

Menanggapi keluhan itu, Johan Lewerissa menegaskan posisinya sebagai wakil rakyat adalah menjembatani suara warga ke pemerintah.

“Posisi saya sebagai wakil rakyat adalah menyampaikan dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan hari ini tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Ia paham, perbaikan infrastruktur butuh kebijakan dan anggaran. Apalagi saat ini pemerintah sedang lakukan efisiensi.

Tapi menurut dia, persoalan jalan dan penerangan tidak bisa ditunda. Kalau dibiarkan, kerusakan akan makin parah dan biaya perbaikannya justru lebih besar.

“Kita akan lihat dan koordinasikan dengan teman-teman pemerintah daerah. Kalau memungkinkan, kita akan dorong agar persoalan ini bisa mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Lewerissa mengapresiasi Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Sion yang membuka ruang dialog. Ia minta semua aspirasi didokumentasikan lengkap, agar mudah diteruskan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

“Yang penting aspirasi masyarakat ini kita catat. Kita dokumentasikan, kemudian kita lihat bagaimana bentuk intervensi yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Dia menambahkan, reses adalah ini adalah kesempatan bagi para wakil rakyat untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan hari ini bisa kita perjuangkan bersama,” tandasnya.

Seluruh catatan aspirasi ii akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah, sesuai kewenangan DPRD Maluku.

By admin