Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena


Ambon, Jendelakita.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena meminta pihak kepolisian untuk membatasi pemberian izin keramaian Natal, menyusul bentrok antar kelompok pemuda yang terjadi di daerah itu, baru-baru ini.

Kepada wartawan di Kantor Kecamatan Sirimau, Senin (08/12/2025), orang nomor satu di Ambon itu meminta kepolisian lebih selektif dalam memberikan izin keramaian, untuk menjaga kota ini lebih kondusif.

“Bentuk keramaian sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian. Namun, untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban pasca bentrok kemarin, kami menyarankan agar pesta-pesta yang berpotensi menimbulkan kerawanan sebaiknya tidak dulu diberikan izin,” kata Bodewin Wattimena.

Menurut dia, Polresta Pulau.ambin dan Pulau-pulau Lease pastilah memiliki indikator penilaian terhadap setiap pengajuan izin keramaian. Pemerintah Kota Ambon hanya mendorong agar pihak kepolisian memperketat pengawasan.

“Kami mendorong pihak kepolisian untuk selektif dalam memberikan izin keramaian di Kota Ambon, supaya situasi tetap kondusif. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Pada 26 November 2025 dini hari terjadi bentrok antar pemuda di kawasan kampus IAIN Ambon, menyusul insiden pembacokan terhadap salah satu pemuda bernama Ojir Rumain di Lorong Putri, pada 19 November 2025 lalu.

Pelaku pembacokan diduga seorang pemuda asal Desa Kailolo, Kabupaten Maluku Tengah, yang hingga kini belum terdeteksi keberadaannya.

Pasca insiden pembacokan itu, sejumlah pemuda Asal Seram Bagian Timur (SBT) dan Key berunjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Maluku, menyuarakan tuntutan mereka agar kasus itu segera diungkap polisi.

Namun, selama beberapa hari berjalan pasca unjuk rasa tersebut, pelaku yang mestinya bertanggung jawab terhadap insiden itu belum juga “ditangani”. Hal itu memicu pecah konflik di kawasan IAIN pada 26 November 2025 tersebut. Peristiwa itu mengakibatkan satu unit rumah dan kafe hangus terbakar.

Bertolak dari peristiwa tersebut, Bodewin Wattimena meminta warga Kota Ambon untuk memahami langkah pencegahan yang diambilnya, khususnya menjelang perayaan Natal yang biasanya diisi dengan pesta.

“Kamu berharap, warga dapat melaksanakan Natal dengan damai, tertib dan penuh suka cita, tanpa ada potensi gangguan keamanan,” tandas Wattimena.(RLA)

By admin