Kadinkes Kota Ambon, drg Wendy Pelupessy
Ambon, Jendelakita.com – Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Ambon melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Ulang Tahun, program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan secara nasional pada 10 Februari 2025, guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah.
“Di Ambon telah dimulai dengan kick off di Puskesmas Benteng pada 10 Februari 2025, serentak dengan peluncuran program CKG di tingkat nasional oleh Kementerian Kesehatan,” kata Kepala Dinkes Ambon drg Wendy Pelupessy di Ambon, Rabu (12/2/2025).
CKG hadir sebagai upaya preventif terhadap berbagai penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. Program ini dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan, yakni CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita.
Wendy mengatakan warga bisa mengikuti CKG di 22 puskesmas yang tersebar di Kota Ambon. Pemeriksaan kesehatan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari tes mata, telinga, tekanan darah, lingkar perut, berat badan hingga screening kanker serviks, payudara dan usus, juga hepatitis B.
Sebelum menjalani CKG, tiap orang diwajibkan mengisi kuisioner terkait gejala dan kondisi kesehatan masing-masing di aplikasi Satu Sehat Mobile milik Kemenkes yang dapat diunduh di Google Play Store bagi pengguna ponsel android, dan App Store untuk pengguna iphone.
Pengisian kuisioner mandiri di Satu Sehat Mobile bertujuan untuk memudahkan petugas puskesmas memantau kondisi kesehatan pasien lebih terperinci, termasuk jumlah penderita hipertensi, diabetes, dan penyakit berbahaya lainnya di satu wilayah.
“Bayi usia kurang dari dua hari, ada enam item pemeriksaan, untuk anak pra sekolah ada tujuh item. Sedangkan untuk orang dewasa ada 18 item pemeriksaan, dan lansia disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing,” ujar Wendy.
Dikatakannya lagi, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon untuk pelaksanaan CKG sekolah karena prosesnya akan dilangsungkan di sekolah. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam laporan kesehatan anak dan bisa dipantau rutin, guna mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini.
“Kami akan memastikan bahwa anak-anak juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan di sekolah sebagai bagian dari program screening kesehatan gratis,” ucap Wendy. (**)






