Upacara adat pelantikan Mezaack Maurits Silooy sebagai raja Negeri Amahusu oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Selasa (29/7/2025)



Ambon, Jendelakita.com – Setelah 10 tahun tidak dipimpin oleh seorang raja, Negeri Amahusu Kota Ambon kini memiliki pemimpin defenitif.

Melalui upacara adat, Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena melantik Mezaack Maurits Silooy sebagai raja Negeri Amahusu di baileo desa setempat, Selasa (29/7/2025).

Amahusu yang berada di Kecamatan Nusaniwe merupakan salah satu desa adat di Kota Ambon. Sudah 10 tahun desa itu tidak memiliki seorang pemimpin defenitif yang dipilih melalui proses adat berdasarkan garis keturunan (soa parentah).

Wali Kota Bodewin dalam arahannya menyebutkan, seluruh proses pemilihan dan pengangkatan raja di Amahusu dilakukan oleh Saniri (lembaga adat) setempat sebagaimana mekanisme sistem adat yang berlaku di Amahusu. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hanya memfasilitasi proses administrasi negara.

Pelantikan Mezaack Maurits Silooy sebagai raja Amahusu tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Ambon Nomor 2.486 Tahun 2025 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Kepala Pemerintah Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

“Kami tidak mengintervensi proses adat. Pemkot hanya memfasilitasi agar semua berjalan baik dan sah secara administrasi negara,” ucapnya.

Dikatakannya, pelantikan pemimpin baru Amahusu bukan sekedar pengukuhan raja, tetapi juga penegasan nilai-nilai budaya dan warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat setempat, karena seorang raja bukan hanya menjadi simbol adat bagi satu soa atau mata rumah, melainkan pemimpin yang mengayomi seluruh warga.

Wali Kota Bodewin berpesan agar Mezaack Maurits Silooy segera melakukan konsolidasi internal dan membangun sinergi dengan semua elemen masyarakat.

Ia juga mengingatkan pesan adat yang dipegang erat oleh orang Maluku “sapa bale batu, batu bale dia. Sapa langgar sumpah, sumpah makan dia” yang mengingatkan agar masyarakat adat senantiasa memegang sumpah dan tidak melanggar tatanan adat.

“Seorang raja harus hadir untuk semua. Tugas utamanya adalah melayani, bukan dilayani. Hindari tindakan yang arogan. Pimpinlah dengan hati dan komitmen untuk membawa Negeri Amahusu ke arah yang lebih baik,” tandasnya (**)

By admin