Jenazah Almarhum ABK Tajus Gibran Tuhulele dijemput keluarga di terminal cargo bandara Pattimura Ambon, Minggu (4/10/2026). Ia diterbangkan dari kota Montevideo, Uruguay.
Ambon, Jendelakita.com – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Asal Ambon, Maluku, yang bekerja kapal FV. Hai Xiang 1 berbendera China, milik PT. Keluarga Samudra Indonesia (KSI), meninggal di Uruguay pada 4 September 2026 lalu.
Satu bulan lamanya keluarga berjuang agar jenazah almarhum Tajus Gibran Tuhulele (21) dipulangkan ke Indonesia.
“Hari ini, pas satu bulan dia meninggal,” kata Samsul Tuhulele, ayah Tajus kepada Jendelakita.com di Ambon, Minggu (4/10/2026), saat perjalanan menuju terminal cargo bandara Pattimura untuk menjemput jenazah anaknya.
Setelah jenazah terima, langsung dibawa ke rumah duka di Ahuru, Ambon, untuk dikafani, disholatkan dan dikebumikan.
Samsul Tuhulele menceritakan perjuangannya selama jenazah anaknya masih di Uruguay. Dikatakan, tidak ada tindakan yang signifikan dari pihak perusahaan untuk memulangkan jenazah anaknya.
Berita meninggalnya korban diterima pihak keluarga dua hari pasca dia berpulang. Belakangan keluarga mengetahui bahwa Tajus menderita sakit beberapa hari di atas kapal, barulah dibawa ke klinik terdekat. Dari klinik, dia dirujuk di rumah sakit Evangelico, kota Montevideo, Uruguay, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Selama dirawat, Tajus tidak didampingi pihak perusahaan. Ketika meninggal, tak satupun yang tahu. Dua hari setelahnya baru kematiannya diketahui.
Agen Tutup akses
Selama kurang lebih dua pekan Samsul Tuhulele dan keluarga tidak mendapat akses untuk berkomunikasi dengan pimpinan perusahaan PT. KSI terkait pemulangan jenazah almarhum.
Sofia Wattimena, agen perusaan yang merekrut Tajus dari Ambon hanya memberikan jawaban yang berubah-ubah kepada pihak keluarga.
“Kami cuma berkomunikasi dengan Sofie. Dia tidak memberikan nomor pimpinan perusahaan kepada kami. Kami minta agar dia lakukan sambungan tiga dengan kami ketika dia menelpon perusahaan, dia juga tak mau,” ungkap Samsul.
Lantaran mengalami jalan buntu, Samsul akhirnya meminta bantuan Ormas Maluku Satu Rasa (M1R) di Jakarta untuk melacak keberadaan PT. KSI di Indonesia.
“M1R akhirnya menemukan kantor PT. KSI di Indramayu dan menekan pihak perusahaan untuk memulangkan jenazah,” ucap Samsul.
Dia mengungkapkan, tanpa bantuan M1R, pihaknya kesulitan berkomunikasi langsung dengan direktur PT. KSI, Rahmat Kalili
Barang-Barang Korban Tidak Disertakan
Kepada Samsul dan pihak keluarga, Agen PT. KSI, Sofia Wattimena menyampaikan bahwa barang-barang almarhum antara lain HP, uang dan lainnya sudah dimasukan ke dalam koper dan akan dikirimkan bersama jenazah.
Namun, saat jenazah diterima pihak keluarga tidak disertai dengan barang-barang pribadinya tersebut. Sofia Wattimena justru memberikan alasan yang terkesan dibuat-buat.
“Sofi bilang bahwa kopernya itu dibawa langsung oleh pemilik perusahaan. Saat jenazah diantarkan menuju bandara, terjadi kemacetan sehingga pemilik perusahaan terpisah dari rombongan,” ucap Samsul.
Dia juga menyampaikan bahwa Sofia Wattimena menjanjikan akan memberikan sisa gaji Tajus berserta uang kematian, namun keluarganya belum menerima.
Selain itu, santunan asuransi juga belum ada kejelasan.
“Sofi bilang asuransinya nanti,” tandas Samsul.
Terlepas dari segala persoalan tersebut, Samsul Tuhulele dan keluarga mengungkapkan rasa syukurnya lantaran jenazah Tajus sudah diterima dalam kondisi baik.
Ia menyampaikan terima kasih kepada PT KSI, Kedutaan Besar Indonesia di Argentina, M1R, dan semua pihak yang telah membantu kepulangan jenazah Tajus Gibran Tuhulele dari Montevideo, Uruguay menuju Ambon. (RR)






