Ambon, Jendelakita.com – Penjabat (Pj) Walikota Ambon, Dominggus Nicodemus Kaya, melakukan kunjungan ke empat puskesmas di wilayah kerjanya, Rabu (3/7/2024), dalam upaya mengetahui persoalan seputar pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Empat puskesmas itu masing-masing berada di Kawasan Air Salobar, Benteng, Waihaong dan Urimessing.

“Kami lakukan kunjungan ke empat puskesmas dalam rangka untuk kita melihat keterlibatan mereka, terutama bulan intervensi serentak untuk stunting (Juni – 6 Juli),” kata Dominggus Nicodemus Kaya.

Dia menerangkan, kunjungan tersebut sekaligus untuk mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi puskemas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Dominggus Kaya yang juga Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku itu menemukan banyak persoalan yang mesti diketahui oleh pengambil kebijakan.

“Banyak persoalan yang memang harus dilihat oleh kami di level kebijakan. Ternyata di lapangan itu ada hal-hal yang sulit mereka selesaikan seperti NIK, terutama bayi-bayi dan anak-anak yang orang tuanya belum menikah,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihak puskesmas kesulitan mengakses NIK untuk anak-anak yang lahir dari pasangan orang tua yang belum menikah tersebut.

Dijelaskan, dalam sistem bernegara sekarang ini semuanya berbasis NIK. Jika bayi dan anak-anak tersebut tidak memiliki NIK, mereka akan kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Hal serupa juga akan terjadi untuk akses bantuan kesehatan dari pemerintah.

“Tidak adanya kelengkapan ini membuat mereka sering terisolir, karena tidak mendapatkan dukungan baik BPJS maupun bantuan lainnya dari pemerintah lewat puskesmas dan posyandu,” jelas Kaya.

Dia mengatakan, para Lurah dan Ketua RT/RW juga diikutkan dalam agenda tersebut. Tujuannya, Untuk menggalang kebersamaan kerja bersama lintas sektor.

Dia menambahkan, dengan adanya dukungan dari semua stakeholder, proses-proses pelayanan di posyandu dan puskesmas bisa berjalan dengan baik.

“Kenapa kita perlu melakukan itu dengan baik ? Karena di posyandu bisa terlayani, baik balita, ibu hamil lansia, itu mereka yang berada dalam status-status rentan dan kondisi ekonomi juga tidak begitu baik, sehingga puskesmas dan posyandu menjadi alternatif yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan,” tandasnya. (RLA)

By admin