Pemberian gelar adat kepada Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dan Wawali Ely Toisuta sebagai Upulatu dan Pati Kota Ambon, Sabtu (6/9/2025). Upacara adat berlangsung halaman Balai Kota, dipimpin Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella
Ambon, Jendelakita.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bersama Wakil Wali Kota (Wawali), Ely Toisuta dikukuhkan sebagai Upulatu dan Pati Kota Ambon, dalam upacara adat yang berlangsung Sabtu (6/9/2025).
Upacara pemberian gelar adat itu berlangsung di halaman Balai Kota Ambon, dipimpin Ketua Majelis Latupati setempat, Reza Valdo Maspaitella, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 02/MLKA/2025. Wattimena dan Toisuta akan memimpin sebagai raja dan patih Kota Ambon selama periode 2025-2030.
Dalam arahannya, Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella menyampaikan, pengukuhan itu merupakan simbol tanggung jawab dalam menjaga adat dan budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bodewin Wattimena dalam sambutannya mengatakan, gelar adat yang diterima bukan sekedar penghormatan, melainkan amanah untuk memimpin dengan hati, merawat tradisi, menjaga persatuan warga kota.
“Kita harus memaknai proses ini bukan soal gelar, bukan soal seremonial. Tetapi ada tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan budaya agar tidak hilang di tanah Ambon ini,” kata Bodewin Wattimena.
Wattimena juga menyampaikan soal budaya yang perlahan terkikis karena perkembangan zaman.
Dikatakan, bahasa tanah yang dulu digunakan para orang tua dan leluhur untuk berkomunikasi perlahan mulai hilang, sehingga menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kota Ambon untuk menghidupkannya kembali.
Pada kesempatan itu, Sang Upulatu juga berpesan, agar pemimpin dan masyarakat dapat menjaga persatuan, kebersamaan dan kedamaian.
Menurut dia, Upulatu dan Pati harus jadi teladan. Pemimpin wajib hidup damai agar masyarakat meneladani hal yang sama.
“Upulatu dan Pati harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Tidak mungkin masyarakat hidup damai jika pemimpinnya tidak memberi teladan,” ujarnya.
Wattimena lantas mengajak semua warga untuk mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Ia meminta kritik disampaikan secara bijak, agar tidak menciderai bingkai kebersamaan.
“Jangan lain pukul lain, jangan lain tusuk lain, jangan lain hujat lain. Kalau pemimpinnya salah, sampaikan secara baik. Kalau temannya salah, sampaikan secara baik. Mari bersama-sama kita bangun Ambon lebih baik,” ajaknya.
Upacara adat penganugerahan gelar Upulatu dan Pati kepada Wali Kota dan Wawali antara lain dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Kota (Plt. Sekkot) Roberd Sapulette, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Ambon dan para raja.
Hadir pula istri/suami kedua pemimpin yakni Lisa Wattimena dan Abbas Rumadan. (RLA)






